Lippo Karawaci bagi dividen Rp100 miliar

JAKARTA: PT Lippo Karawaci Tbk mengumumkan pembagian dividen untuk tahun buku 2010 sebesar Rp100 miliar atau Rp4,33 per saham bagi pemegang saham yang tercatat pada 10 Oktober 2011.Hal ini menyusul pembagian dividen interim sebesar Rp2,88 per saham atau
Intan Permatasari
Intan Permatasari - Bisnis.com 15 September 2011  |  16:51 WIB

JAKARTA: PT Lippo Karawaci Tbk mengumumkan pembagian dividen untuk tahun buku 2010 sebesar Rp100 miliar atau Rp4,33 per saham bagi pemegang saham yang tercatat pada 10 Oktober 2011.Hal ini menyusul pembagian dividen interim sebesar Rp2,88 per saham atau Rp50 miliar. Lippo Karawaci membagi total dividen sebesar Rp7,21 per saham dengan jumlah Rp150 miliar untuk tahun buku 2010 yang merefleksikan tingkat imbal hasil sebesar 1%. Nilai ini mengacu harga saham Rp720  per saham dan rasio pembayaran dividen sebesar 28,6%.Presiden Direktur LPKR Ketut Budi Widjaja, menyatakan perseroan akan melanjutkan kebijakan pembagian dividen tahunan dan mengutamakan nilai pemegang saham."Kami berkomitmen untuk melanjutkan tradisi ini berdasarkan proyeksi peningkatan laba ke depan. Fokus kami adalah untuk melanjutkan pelaksanaan dan implementasi dari strategi pertumbuhan keseluruhan segmen bisnis kami," ujarnya hari ini. Dia menuturkan perseroan akan mengintensifkan dan mempercepat pelaksanaan strategy asset light dengan menjual aset mal dan rumah sakit untuk menghasilkan tambahan pendapatan extraordinary.Unit-unit usaha LPKR terdiri dari residential atau township, mal ritel, rumah sakit, hotel dan manajemen aset.Pada semester I tahun ini, laba dan pendapatan perseroan mencapai Rp298 miliar dan Rp1,88 triliun. Nilai ini meningkat masing-masing 35% dari Rp221 miliar dan 29% dari Rp1,463 triliun pada Juni 2010.Selain itu, perolehan laba sebelum bunga, pajak, depresiasi, dan amortisasi (earning before interest, taxes, depreciation, and amortization/EBITDA) untuk semester I 2011 tumbuh 26%, menjadi Rp447 miliar, dibandingkan periode yang sama tahun lalu.Pendapatan divisi usaha residential atau township meningkat 38% menjadi Rp901 miliar dari Rp653 miliar pada 2010. Selain itu, pendapatan unit usaha rumah sakit naik 17% menjadi Rp593 miliar. Saat ini, 6 rumah sakit sedang dalam konstruksi.Selain itu, pendapatan unit usaha komersial meningkat 16% menjadi Rp197 miliar. Selain itu, manajemen aset tumbuh 44% menjadi Rp193 miliar dari Rp134 miliar sebagai hasil dari peningkatan fee yang diraih perseroan dengan peningkatan assets under management (AUM) dari REIT yang disponsori oleh LPKR. Saat ini, 3 mal sedang dalam konstruksi.Kontribusi pendapatan berulang (recurring revenue) LPKR terus tumbuh 21% sementara pendapatan dari pengembangan properti tumbuh 38% pada Juni 2011. Pendapatan recurring memberikan kontribusi 52% dari total pendapatan perseroan pada semester I 2011.(mmh)

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

Editor : Intan Permatasari

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya

Top