Saham Asia berayun antara untung dan rugi

 
News Editor
News Editor - Bisnis.com 14 September 2011  |  10:05 WIB

 

JAKARTA: Saham Asia berayun antara keuntungan dan kerugian karena perusahaan minyak menguat akibat harga minyak mentah yang lebih tinggi, melawan penurunan yang dipicu oleh perusahaan utilitas Jepang.
 
BHP Billiton Ltd, produsen minyak nomor wahid di Australia, naik 0,6% di Sydney setelah harga minyak mentah menguat, sementara minyak Cina CNOOC Ltd naik 2,2% di Hong Kong. Wynn Makau Ltd melonjak 4,4% setelah broker meningkatkan peringkat investasi sahamnya.
 
Tokyo Electric Power Co merosot 3,9% akibat spekulasi menteri perdagangan Jepang yang baru dapat mengambil sikap lebih keras terhadap monopoli kekuasaan. Korean Air Lines Co turun 3,1% setelah Goldman Sachs Group Inc memangkas rating pada saham itu.
 
MSCI Asia Pacific Index turun 0,2% menjadi 118,04 pada 11:11 di Tokyo setelah sebelumnya naik dan turun sebanyak 0,3%. Indikator itu merosot 8,6% bulan lalu, terbesar sejak Mei 2010, di tengah kekhawatiran pertumbuhan ekonomi global yang melambat sebagai  dampak atas utang Eropa yang menyebar krisis dan Standard & Poor memangkas peringkat kredit pemerintah AS.
 
Nikkei 225 Stock Average Jepang turun 0,2%, membalikkan gain sebelumnya 0,6%. Di Australia S&P/ASX 200 Index naik 0,3%. Di Korea Selatan, indeks Kospi turun 1,3% setelah ditutup selama dua hari terakhir, MSCI Asia Pacific Index turun 2,1%.
 
Indeks Hang Seng di Hong Kong menguat 0,8%, sedangkan China Shanghai Composite Index naik 0,5%.
 
Kontrak pada indeks Standard & Poor 500 melemah 0,2% hari ini. Di New York, indeks menguat untuk hari kedua, naik 0,9% kemarin, setelah BNP Paribas SA, bank terbesar Perancis, dan Societe Generale SA, pemberi pinjaman dengan aset nomor 3 terbesar, rebound di perdagangan Paris setelah kekhawatiran menolak atas akses pendanaan  mereka. (ln)

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

Sumber : Bloomberg

Editor : Annisa Sulistyo Rini

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya

Top