DIPA Sulsel capai Rp12,05 triliun

MAKASSAR: Berikut ini adalah ringkasan berita utama di kawasan timur Indonesia yang dimuat sejumlah surat kabar daerah a.l. DIPA Sulsel 2011 sebesar Rp12,05 triliun, dewan minta retribusi tak seragam, PLN pasang baru 20 MW di Kaltim, Makassar akan tertibkan
Yusuf Waluyo Jati
Yusuf Waluyo Jati - Bisnis.com 30 Desember 2010  |  02:10 WIB

MAKASSAR: Berikut ini adalah ringkasan berita utama di kawasan timur Indonesia yang dimuat sejumlah surat kabar daerah a.l. DIPA Sulsel 2011 sebesar Rp12,05 triliun, dewan minta retribusi tak seragam, PLN pasang baru 20 MW di Kaltim, Makassar akan tertibkan menara telekomunikasi, perusahaan rental mobil akan naikkan tarif sewa, Piter Gozal buron, uang beredar di Sulsel bisa tembus Rp100 triliun, dan kejar pertumbuhan 6,4%.JATAH ANGGARAN: Provinsi Sulawesi Selatan mendapat anggaran sebesar Rp12,05 triliun sebagaimana tercantum dalam daftar isian pelaksanaan anggaran (DIPA) APBN 2011. Dana ini untuk membiayai 1.067 kegiatan/proyek di tingkat provinsi, kabupaten dan kota. (Bisnis Indonesia Regional Timur)MENARA KOMUNIKASI: Sebagian besar Fraksi di DPRD Makassar menilai Rancangan Peraturan Daerah tentang Retribusi Pengendalian Menara Telekomunikasi atau base tranceiver system (BTS), harus mempertimbangkan kepentingan konsumen, pemilik serta kondisi fisik menara.Juru bicara Fraksi Partai Demokrasi Kebangsaan Mujiburrahman, mengatakan bila Ranperda itu ditetapkan, Pemkot Makassar tidak perlu memberlakukan tarif retribusi yang sama atau seragam pada semua BTS, karena kondisi menara tentu berbeda-beda. (Bisnis Indonesia Regional Timur)PASANG BARU: PT PLN kembali melayani pemasangan baru listrik bagi calon pelanggan di tiga kota di Kalimantan Timur, yakni Balikpapan, Samarinda, dan Tenggarong dengan total daya 20 MW memanfaatkan hasil revitalisasi pembangkit sistem Mahakam.General Manager PLN Kaltim Dodi Budiawan mengatakan penyambungan ini mengurangi jumlah daftar tunggu di daerah itu. Di Balikpapan, pelanggan daftar tunggu yang dilayani kali ini sebanyak 3.825, sedangkan Samarinda dan Tenggarong 5.239. (Bisnis Indonesia Regional Timur)NAIKKAN TARIF: Sejumlah usaha jasa mobil rental di Kota Makassar berencanan menaikkan tarif sewa pada Januari tahun depan. Pengelola Toddopuli Rent mengatakan sudah dua tahun tarif sewa tidak naik, "Sudah saatnya tarif sewa dinaikkan," kata Yusri, pengelola usaha Toddopuli Rent di jalan Toddopuli, Makassar.Menurut Yusri, tarif saat ini bervariasi, yakni Rp 250 - Rp 300 ribu per hari. Dia berencana menaikkan menjadi Rp300 - 350 ribu. (Koran Tempo Makassar) MEMBURU BURONAN: Kepolisian Resor Kota Besar Makassar menindaklanjuti keterangan Direktur MGM Ventje Kaunang yang menyatakan seseorang bernama Piter Gozal berada di Jakarta. Piter adalah rekan bisnis Vintje asal Jakarta Barat yang datang ke Makassar.Kepala Satuan (Kasat) Narkoba Kepolisian Makassar, AKBP Hasbi Hasan, mengatakan, saat ini pihaknya melakukan pengejaran terhadap Piter Gozal yang diduga berada di Jakarta. (Sumber: Tribun Timur)BOLOS SIDANG: Sebanyak Sembilan kepala dinas di lingkup Pemerintah Kota Makassar tidak hadir pada Rapat Paripurna DPRD Makassar, Rabu (29/12).Ketua DPC Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP) Kota Makassar, Bahar Mahmud, mengaku Kecewa terhadap hal tersebut. (Tribun Timur)UANG BEREDAR: Gubernur Sulawesi Selatan Syahrul Yasin Limpo memperkirakan uang beredar di Sulsel tahun depan bisa mencapai Rp100 triliun. Perkiraan yang beredar itu diyakini dapat mendorong pertumbuhan ekonomi yang lebih baik dibandingkan dengan tahun ini."Perekonomian kita mengesankan di saat sebagaian negara mengalami pertumbuhan negatif. Kami yakin tahun depan akan lebih baik lagi," kata Syahrul saat membuka Rapat koordinasi Tim Pembina Samsat se-Sulsel di Hotel Makassar Golden Hotel, selasa malam 28 Desember. (Fajar)PERTUMBUHAN EKONOMI: Pelaku usaha cukup optimistis menyambut 2011. Ini sejalan dengan optimisme Komite Ekonomi Nasional (KEN) yang memperkirakan tahun depan pertumbuhan ekonomi bisa mencapai 6,4%.Ketua Komite Tetap Konstruksi dan Konsultan Kadin Indonesia, Bachder Djohan, mengatakan pertumbuhan ekonomi 6,4% saja tidak cukup tinggi untuk mensejahterakan bangsa. Karena itu, Bachder mengusulkan berbagai sector yang perlu didorong untuk menggerakan ekonomi riil bersasis sumber daya alam. "Pemerintah jangan berpuasa diri. Kita harus lebih tekun, ulet, inovatif, dan kreatif agar bangsa ini tumbuh lebih dari 7-8%," kata Bachder. (Fajar)

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

Editor : Mursito

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya

Top