Peringkat efek BTN idAAA

JAKARTA: PT Pemeringkat Efek Indonesia menetapkan kembali peringkat kontrak investasi kolektif efek beragun aset PT Bank Tabungan Negara seri I yang diterbitkan pada 2009 di level idAAA. Nilai efekyang masih beredar sebesar Rp76,3 miliar.
News Editor | 09 Desember 2010 11:13 WIB

JAKARTA: PT Pemeringkat Efek Indonesia menetapkan kembali peringkat kontrak investasi kolektif efek beragun aset PT Bank Tabungan Negara seri I yang diterbitkan pada 2009 di level idAAA. Nilai efekyang masih beredar sebesar Rp76,3 miliar.

Analis Pefindo Hendro Utomo dalam rilisnya hari ini mengatakan peringkat tersebut mencerminkan profil yang kuat dari PT Bank Tabungan Negara Tbk (BTN) sebagai penyedia jasa, profil yang kuat dari KPR yang disekuritisasi, adanya credit enhancement dalam bentuk EBA kelas B, serta cadangan likuiditas dari PT Sarana Multigriya Finansial (SMF)."[Namun] peringkat tersebut dibatasi oleh ketidakpastian dari pengembalian dari pinjaman yang diambilalih," ujar Hendro dalam rilis tersebut.Efek tersebut menggunakan kumpulan sebanyak 5.060 piutang KPR yang disalurkan BTN kepada nasabahnya. KPR itu dibeli oleh PT Danareksa Investment Management sebagai manajer investasi dan PT Bank Rakyat Indonesia Tbk (BRI) sebagai kustodian menjadi kontrak investasi kolektif.KIK itu lalu disekuritisasi oleh SMF menjadi EBA. Efek yang merupakan EBA kelas A tersebut memiliki peringkat yang tinggi karena adanya penerbitan EBA kelas B sebagai penyerap potensi adanya piutang KPR yang gagal bayar ataupun risiko lainnya.EBA kelas B itu diserap oleh BTN, yang merupakan 10% dari total jumlah EBA pada awal penerbitan, yaitu sebesar Rp110 miliar.Pada penawaran perdananya, EBA itu disalurkan oleh PT Standard Chartered Securities Indonesia sebagai penjamin emisi. Dalam perkembangannya, DSMF-BTN telah diterbitkan lagi untuk seri II pada tahun yang sama yaitu sekitar Rp400 miliar.Saat ini, DSMF-BTN juga sedang dalam proses penerbitan EBA seri III/2010 senilai Rp750 miliar yang masih dalam pengkajian Badan Pengawas Pasar Modal dan Lembaga Keuangan (Bapepam-LK).(mmh)

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

Editor : Intan Permatasari

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya

Top