Saham Bumi Minerals sentuh Rp820

JAKARTA: Saham PT Bumi Resources Minerals Tbk membuka perdagangan perdananya dengan kenaikan sebesar 25,98% ke level Rp800, dibandingkan dengan posisi pencatatan awal Rp625 per unit.
News Editor | 09 Desember 2010 04:15 WIB

JAKARTA: Saham PT Bumi Resources Minerals Tbk membuka perdagangan perdananya dengan kenaikan sebesar 25,98% ke level Rp800, dibandingkan dengan posisi pencatatan awal Rp625 per unit.

Harga tertinggi saham emiten berkode BRMS ini sempat tercatat pada level Rp820, dengan posisi terendah Rp750. Volume perdagangan tercatat 303.266 dengan nilai Rp115,65 miliar melalui 3.194 kali transaksi.Perseroan melepas 3,3 miliar saham ke publik untuk meraup dana Rp2,09 triliun, dengan waran sebanyak 2,2 miliar waran seharga Rp700.Direktur Keuangan Bumi Minerals Yuanita Rohali menyatakan pencatatan saham perdana perseroan menawarkan kesempatan investasi yang unit dalam portofolio pertambangan multi-produk di Indonesia.Bumi Minerals terdiri dari berbagai aset dengan jadwal produksi berbeda yang saling menunjang satu sama lain. Kami memiliki aset produksi di proyek tembaga dan emas Newmont, juga proyek seng dan timah hitam Dairi, dana set biki besi Mauritania, tuturnya kepada pers, di sela pencatatan perdana pagi ini.Executive Director of Investment Bank PT Danatama Makmur Vicky Ganda Saputra mengatakan pemodal domestik maupun asing meminat pelepasan saham tersebut. Namun dia tidak membeberkan porsi pemodal asing atas saham perdana anak usaha grup Bakrie tersebut.PT Danatama Makmur dan PT Nomura Indonesia bertindak sebagai penjamin emisi, dengan ditunjang tiga agen penjual asing yakni Credit Suisse, JP Morgan, serta Nomura International.Kepemilikan saham setelah penawaran umum saham perdana serta konversi mandatory convertible notes (MCN) dan sebelum konversi waran adalah sebagai berikut; PT Bumi Resources Tbk (BUMI) sebesar 58,14% dan 28,94%, PT Lumbung Capital sebesar 0,01%, dan masyarakat sebesar 12,90%. (mrp)

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

Editor : Rini Yustiningsih

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya

Top