Harga emas capai rekor tertinggi

JAKARTA: Harga emas menanjak hingga capai rekor tertinggi US$1.429,40 per ounce menyusul naiknya kembali kekhawatiran tentang masalah utang Uni Eropa. Kekhawatiran itu tercermin dari pelemahan euro.
News Editor | 07 Desember 2010 11:59 WIB

JAKARTA: Harga emas menanjak hingga capai rekor tertinggi US$1.429,40 per ounce menyusul naiknya kembali kekhawatiran tentang masalah utang Uni Eropa. Kekhawatiran itu tercermin dari pelemahan euro.

Pasar juga terbebani komentar Pimpinan Federal Reserve Ben S. Bernanke yang menyatakan bahwa tingkat pengangguran AS baru akan membaik dalam kurun waktu 4-5 tahun ke depan.

Analis Valbury Asia Futures Rekhmen mengatakan peran safe haven (mengamankan aset) menjadi pendukung kenaikan emas akibat masih berkembangnya kekhawatiran krisis utang Eropa yang diikuti dengan komentar pimpinan The Federal Reserve AS.

Ben Bernanke, pimpinan The Fed mengindikasikan ke pasar untuk melanjutkan pelonggaran kebijakan moneternya yang dikenal dengan quantitative easing/QE jilid 3, bahkan nilai QE lanjutan tersebut bisa melampaui nilai QE sebelumnya US$600 miliar.

Kekhawatiran akan krisis utang di Eropa berlanjut dan menekan euro setelah Jerman menolak program jaring pengaman finansial yang lebih besar untuk Uni Eropa, yang kemudian menimbulkan kekhawatiran atas upaya untuk membendung krisis utang di kawasan itu.

Pemerintah Jerman menolak memenuhi rekomendasi menteri-menteri keuangan zona euro untuk meningkatkan besaran jaring pengaman keuangan bagi anggota Uni Eropa yang dilanda utang menjadi sebesar 750 miliar euro.

Euro sempat jatuh lebih dari 1% mendekati level US$1,3250 disebabkan aksi ambil untung para pelaku pasar setelah penguatan beruntun dalam 3 sesi terakhir sebelumnya.

Harga emas untuk kontrak pengiriman Februari mencapai rekor tertinggi setelah naik 1,3% menjadi US$1.424,50 di Comex New York Mercantile Exchange. Sebelumnya harga pernah mencapai rekor US$1.424,30 pada 9 November.

Untuk pengiriman segera harga emas menanjak 0,7% menjadi US$1.423,50 ounce setelah sebelumnya mencapai rekor US$1.429,40. (bsi)

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

Editor : Puput Jumantirawan

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya

Top