Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Wall Street Jeblok Imbas Sentimen Tarif Trump, Saham Apple Anjlok

Penurunan indeks S&P 500 dan Nasdaq merupakan yang paling dalam sejak 2020.
Pialang berada di lantai Bursa Efek New York (NYSE) di New York, Amerika Serikat. Bloomberg/Michael Nagle
Pialang berada di lantai Bursa Efek New York (NYSE) di New York, Amerika Serikat. Bloomberg/Michael Nagle

Bisnis.com, JAKARTA — Wall Street merosot tajam pada akhir perdagangan Kamis (3/4/2025) waktu setempat terimbas sentimen pengumuman Presiden Amerika Serikat Donald Trump tentang tarif impor terhadap mitra dagang AS. 

Berdasarkan data Bloomberg, indeks S&P 500 anjlok 4,9%, Nasdaq 100 jeblok 5,5%, dan Dow Jones Industrial Average merosot 3,98% pada perdagangan kemarin. Penurunan indeks S&P 500 dan Nasdaq merupakan yang paling dalam sejak 2020. 

Mary Ann Bartels dari Sanctuary Wealth mengatakan apabila kebijakan tarif Trump tetap berjalan, ekonomi akan mengalami perlambatan. 

“Apakah [AS] akan resesi atau tidak, yang jelas ekonomi mengarah pada perlambatan di AS dan di seluruh dunia. Tidak ada tempat untuk bersembunyi selain di pasar fixed-income [surat utang],” ujarnya seperti dilansir Bloomberg, Jumat (4/4/2025). 

Investor legendaris AS Bill Gross dalam sebuah email yang dikutip Bloomberg menyampaikan bahwa investor jangan mencoba untuk menangkap pisau yang jatuh (catch a falling knife). 

“Ini merupakan kondisi ekonomi dan pasar yang epik sama seperti pada 1971 dan akhir dari gold standard, kecuali dengan konsekuensi negatif yang terjadi secara tiba-tiba,” tulis Gross. 

Ian Lyngen dan Vail Hartman dari BMO Capital Markets mengatakan pada tahap ini, ketidakpastian yang semakin relevan terlihat pada sejauh mana pasar saham AS mengalami aksi jual (sell off). 

“Saat ini pasar saham lanjut merosot, kami mengantisipasi bahwa yield surat utang juga akan mengalami hal yang sama.”

Sementara itu, Irene Tunkel dari BCA Research meyakini kebijakan tarif Trump akan memukul pertumbuhan ekonomi dalam jangka pendek. Kondisi itu dinilai berdampak buruk terhadap pasar keuangan. 

“Tahap pertama adalah memuncaknya ketidakpastian. Tahap berikutnya penurunan laba korporasi.”

Di pasar saham, saham Apple Inc. terpantau anjlok hingga 9,25%. Masih di sektor teknologi, saham Dell anjlok 19%, HP jatuh 15%, dan Sonos merosot 17%.

Selain itu, Lululemon Athletica Inc. dan Nike Inc., turun lebih dari 12%. Target Corp. dan Dollar Tree Inc. mengalami penurunan lebih dari 10%.

 

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News dan WA Channel

Penulis : Ana Noviani
Editor : Ana Noviani
Bisnis Indonesia Premium.

Dapatkan informasi komprehensif di Bisnis.com yang diolah secara mendalam untuk menavigasi bisnis Anda. Silakan login untuk menikmati artikel Bisnis Indonesia Premium.

Artikel Terkait

Berita Lainnya

Berita Terbaru

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

# Hot Topic

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Rekomendasi Kami

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Foto

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Scan QR Code Bisnis Indonesia e-paper