Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Laba Bersih Erajaya (ERAA) Turun Jadi 18% ke Rp826 Miliar

ERAA meraih laba tahun berjalan yang dapat diatribusikan kepada pemilik entitas induk sebesar Rp826,04 miliar, turun 18,44% YoY.
Karyawan melayani konsumen di salah satu gerai Erafone milik Erajaya di Jakarta, Selasa (5/9/2023). Bisnis/Suselo Jati
Karyawan melayani konsumen di salah satu gerai Erafone milik Erajaya di Jakarta, Selasa (5/9/2023). Bisnis/Suselo Jati

Bisnis.com, JAKARTA – PT Erajaya Swasembada Tbk. (ERAA) mencatatkan penurunan laba bersih di tengah kinerja penjualan yang mengalami peningkatan signifikan sepanjang 2023.  

Berdasarkan laporan keuangan per akhir Desember 2023, ERAA membukukan penjualan bersih sebesar Rp60,13 triliun atau meningkat 21,56% year-on-year (YoY). Performa ini ditopang penjualan di segmen telepon seluler dan tablet yang meraih Rp47,91 triliun, naik 23,91% YoY.

Selanjutnya, penjualan aksesori dan lain-lain menjadi kontributor kedua lewat raihan Rp6,94 triliun atau tumbuh 19,62% secara tahunan. Adapun segmen produk operator menyumbang Rp2,91 triliun, dan penjualan komputer serta peralatan elektronik lainnya Rp2,37 triliun.  

Sejalan dengan kenaikan tersebut, beban pokok penjualan ERAA juga naik 21,72% YoY menjadi Rp53,69 triliun. Dengan demikian, perseroan merangkum laba kotor 2023 sebesar Rp6,44 triliun atau masih tumbuh 20,26% secara tahunan. 

Namun, setelah diakumulasikan dengan pendapatan dan beban lainnya, ERAA meraih laba tahun berjalan yang dapat diatribusikan kepada pemilik entitas induk sebesar Rp826,04 miliar, turun 18,44% YoY. Laba per saham juga melemah dari posisi Rp63,87 menjadi Rp52,34. 

Penyebab turunnya laba adalah membengkaknya pos biaya keuangan dari posisi Rp289,66 miliar pada 2022, menjadi Rp601,1 miliar sepanjang 2023. Selain itu, bagian rugi bersih entitas asosiasi dan ventura bersama juga naik 30,49% YoY menjadi Rp20,83 miliar. 

Pada tahun lalu, ERAA membukukan total aset senilai Rp20,44 triliun atau meningkat 19,87% YoY. Adapun liabilitas perseroan juga naik 24,97% secara tahunan menjadi Rp12,31 triliun, sementara ekuitas mencapai Rp8,13 triliun atau tumbuh 12,88% YoY.

Di sisi lain, arus kas setara kas perseroan pada akhir periode Desember 2023 tercatat sebesar Rp1,17 triliun atau naik 42,80% YoY dari posisi sebelumnya yakni Rp824,88 miliar.

 

----------------------------------

Disclaimer: Berita ini tidak bertujuan mengajak membeli atau menjual saham. Keputusan investasi sepenuhnya ada di tangan pembaca. Bisnis.com tidak bertanggung jawab terhadap segala kerugian maupun keuntungan yang timbul dari keputusan investasi pembaca.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News dan WA Channel

Konten Premium

Dapatkan informasi komprehensif di Bisnis.com yang diolah secara mendalam untuk menavigasi bisnis Anda. Silakan login untuk menikmati artikel Konten Premium.

Artikel Terkait

Berita Lainnya

Berita Terbaru

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

# Hot Topic

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Rekomendasi Kami

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Foto

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Scan QR Code Bisnis Indonesia e-paper