Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Harga Komoditas Hari Ini: Batu Bara Rebound, CPO Melonjak

Harga batu bara telah melesu dalam sepekan terakhir, sedangkan minyak mentah dan CPO mengalami penguatan.
Harga batu bara telah melesu dalam sepekan terakhir, sedangkan minyak mentah dan CPO mengalami penguatan. - Bisnis/Husnul Iga Puspita
Harga batu bara telah melesu dalam sepekan terakhir, sedangkan minyak mentah dan CPO mengalami penguatan. - Bisnis/Husnul Iga Puspita

Bisnis.com, JAKARTA - Harga komoditas batu bara mengalami rebound setelah melemah tiga hari berturut-turut. Di sisi lain, harga minyak dan CPO turut menguat.

Harga batu bara berjangka kontrak Februari 2024 di ICE Newcastle menguat 0,76% atau 0,90 poin ke level 119 per metrik ton. Namun, dalam sepekan kontrak ini telah melemah sebesar -2,46%.

Kemudian, kontrak pengiriman Maret 2024 juga menguat 1,52% atau 1,75 poin ke level 117,15 per metrik ton, tetapi mencatatkan pelemahan sebesar -0,97% dalam sepekan. 

Di pasar batu bara, Mengutip Energyworld, Menteri Batubara India, Pralhad Joshi, mengatakan bahwa sektor batu bara negaranya telah mencatat peningkatan produksi sebesar 11% dan peningkatan permintaan sebesar 8% pada tahun fiskal ini. 

Kinerja tersebut menempatkan produksi berada di jalur yang tepat untuk mencapai target produksi lebih dari 1 miliar ton pada tahun fiskal 2023-2024. 

Hal tersebut diungkapkan oleh Joshi saat memimpin pertemuan dari para pejabat Kementerian Batubara, anak perusahaan Coal India dan NLC India. Pertemuan tersebut juga menekankan pengembangan peta jalan pertambangan batu bara berkelanjutan di tahun-tahun mendatang, dengan fokus pada peningkatan produksi batu bara dengan tetap menjaga standar keselamatan dan lingkungan. 

Adapun, Joshi juga mengatakan bahwa pemerintah akan mengajukan permohonan kepada pembangkit listrik berbasis batu bara yang diimpor untuk mengubah teknologi dan desainnya, sehingga dapat dijalankan dengan batu bara dalam negeri.

Sementara itu, masih di komoditas energi, pada Jumat (26/1/2024) atau Sabtu dini hari, harga minyak WTI kontrak Maret 2024 naik 0,84% ke US$78,01 per barel, dan minyak Brent kontrak Maret 2024 juga naik 1,36% menjadi US$83,55 per barel.

Harga CPO

Harga CPO atau minyak kelapa sawit di bursa derivatif Malaysia pada Maret 2024 menguat 28 poin menjadi 4.031 ringgit per metrik ton. Dalam sepekan, kontrak ini telah menguat sekitar 2,94%.

Kemudian, kontrak April 2024 juga mengalami penguatan sebesar 27 poin menjadi 4.021 per metrik ton dan telah menguat sekitar 3,13% dalam sepekan. 

Harga minyak sawit berjangka telah mencatat rekor tertinggi dalam empat bulan terakhir. Kenaikan ini terjadi karena ekspektasi produksi yang lebih ketat, dengan hujan lebat di Malaysia memicu ekspektasi penurunan produksi pada Januari 2024. 

"Karena musim produksi yang lebih rendah, minyak kelapa sawit kemungkinan akan tetap berada pada spread yang lebih ketat atau bahkan lebih mahal daripada minyak kedelai dan minyak matahari yang bersaing, setidaknya sampai akhir kuartal pertama tahun 2024," jelas Kepala Riset di pialang minyak nabati yang berbasis di Mumbai, Sunvin Group, Anilkumar Bagani. 

Kemudian, Bagani juga berpendapat bahwa permintaan minyak nabati dari China selaku importir minyak sawit terbesar kedua di dunia dapat meningkat setelah Festival Musim Semi di pada Februari 2024 karena persediaan minyak sawitnya yang menurun. 

Surveyor kargo Intertek Testing Services juga melaporkan ekspor dari Malaysia selama 1-25 Januari meningkat 0,64% menjadi 1.064.778 ton dari 1.057.955 ton dari bulan sebelumnya.  AmSpec Agri Malaysia mengatakan ekspor selama periode yang sama turun 8,5%.

Kontrak kedelai paling aktif di Dalian, DBYcv1, menurun sebesar -0,91%. Kontrak minyak kelapa sawitnya DCPcv1, naik 0,19%. Harga minyak kedelai di Chicago Board of Trade  (CBOT) BOcv1 juga naik 0,11%.

Berdasarkan data Bloomberg, mata uang Ringgit malaysia ditutup menguat 0,02% terhadap dolar AS. Ringgit yang menguat membuat minyak kelapa sawit kurang menarik bagi pemegang mata uang asing. 

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News dan WA Channel

Konten Premium

Dapatkan informasi komprehensif di Bisnis.com yang diolah secara mendalam untuk menavigasi bisnis Anda. Silakan login untuk menikmati artikel Konten Premium.

Artikel Terkait

Berita Lainnya

Berita Terbaru

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

# Hot Topic

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Rekomendasi Kami

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Foto

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Scan QR Code Bisnis Indonesia e-paper