Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Masih Ada Peluang Saham Astra (ASII) Menguat meski BYD Serbu Pasar RI

Saham PT Astra International Tbk. (ASII) masih tertahan di zona merah seiring dengan masuknya mobil listrik asal China, BYD ke Tanah Air.
Menara Astra./Istimewa
Menara Astra./Istimewa

Bisnis.com, JAKARTA - Saham PT Astra International Tbk. (ASII) masih tertahan di zona merah selama hampir dua pekan terakhir, seiring dengan masuknya mobil listrik asal China, BYD ke Tanah Air. Meski demikian, saham ASII masih ada peluang untuk menguat.

Pada sesi I perdagangan Rabu, (24/1/2024), saham ASII turun 2,44% atau 125 poin ke level Rp5.000. Sejak awal tahun, saham ASII sudah terkoreksi 11,50% secara year-to-date (ytd).

Head of Equity Research Sukarno Alatas mengatakan, masuknya BYD ke Indonesia tentunya akan berdampak pada fundamental ASII. Namun hal tersebut belum tentu menyebabkan pangsa pasar ASII menurun. 

Pasalnya, masuknya pemain baru ke dalam suatu pasar menurutnya bisa meningkatkan persaingan, sehingga dapat menyebabkan penurunan margin keuntungan bagi pemain yang sudah ada. Namun hal itu juga dapat mendorong inovasi dan efisiensi bagi ASII. 

"Dalam kasus ASII, BYD merupakan pemain baru dengan keunggulan teknologi. Namun ASII juga memiliki keunggulan dengan skala produksi yang lebih besar, jaringan distribusi yang lebih luas, dan pengalaman yang lebih banyak di pasar otomotif Indonesia," ujar Sukarno kepada Bisnis, Rabu, (24/1/2024).

Oleh sebab itu, dia mengatakan masuknya BYD ke RI diperkirakan akan berdampak moderat terhadap ASII. Dalam jangka pendek, ASII mungkin akan mengalami penurunan margin keuntungan, namun dalam jangka panjang, ASII masih berpotensi mempertahankan pangsa pasarnya. 

"Prospek saham ASII ke depan masih positif, tapi dalam jangka pendek masih akan lanjut tren penurunan karena belum ada tanda sinyal akan transisi dan baru saja breakdown support Rp5.200 yang secara psikologi pasar tekanan jual masih berlanjut setelah breakdown," jelasnya.

Lebih lanjut Sukarno mengatakan, sentimen negatif dari skandal uji keselamatan Daihatsu juga ikut menekan harga saham ASII, meskipun sudah dijelaskan dan dipastikan mobil-mobil PT Astra Daihatsu Motor (ADM) yang diproduksi di Indonesia terjamin aman dan sudah melalui pengujian kendaraan bermotor sesuai dengan Peraturan Menteri Perhubungan.

Alhasil, Kiwoom Sekuritas merekomendasikan dalam jangka pendek, bisa trading sell untuk saham ASII dengan target Rp4.310–Rp4.650 atau cenderung wait and see. Sedangkan jangka panjang boleh hold saham ASII dengan target di fair value Rp6.000–Rp7.000.

Analis MNC Sekuritas Herditya Wicaksana mengatakan, sisi teknikal, memang pergerakan ASII masih cenderung downtrend, namun beberapa indikatornya sudah oversold.

"Maka dari itu kami merekomendasikan speculative buy untuk ASII di level Rp4.930-Rp5.050," ujar Herditya kepada Bisnis, Rabu, (24/1/2024).

Menurut Herditya, saham ASII masih ada peluang menguat dengan target price Rp5.250 sampai Rp5.350. Sedangkan level stoploss saham ASII di bawah Rp4.870 per saham.

Sebagaimana diberitakan sebelumnya, produsen otomotif asal China, BYD resmi meluncurkan tiga mobil listrik yaitu Seal, Atto3 dan Dolphin di Tanah Air pada 18 Januari 2024. Dalam rencana investasinya, BYD sudah memiliki tujuh jaringan diler hingga Januari  2024. Targetnya jumlah ini bisa mencapai 50 outlet sampai akhir tahun ini.

---

Disclaimer: berita ini tidak bertujuan mengajak membeli atau menjual saham. Keputusan investasi sepenuhnya ada di tangan pembaca. Bisnis.com tidak bertanggung jawab terhadap segala kerugian maupun keuntungan yang timbul dari keputusan investasi pembaca.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News dan WA Channel

Penulis : Rizqi Rajendra
Editor : Pandu Gumilar
Konten Premium

Dapatkan informasi komprehensif di Bisnis.com yang diolah secara mendalam untuk menavigasi bisnis Anda. Silakan login untuk menikmati artikel Konten Premium.

Artikel Terkait

Berita Lainnya

Berita Terbaru

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

# Hot Topic

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Rekomendasi Kami

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Foto

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Scan QR Code Bisnis Indonesia e-paper