Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

BEI: Pasar Modal Berpotensi Tetap Semarak pada Tahun Politik

Kondusivitas politik dan daya tahan ekonomi terhadap sentimen global menjadi kunci untuk menjaga bursa saham Indonesia tetap semarak pada 2024.
Pegawai beraktivitas di dekat layar yang menampilkan data saham di PT Bursa Efek Indonesia di Jakarta, Rabu (2/8/2023). Bisnis/Himawan L Nugraha
Pegawai beraktivitas di dekat layar yang menampilkan data saham di PT Bursa Efek Indonesia di Jakarta, Rabu (2/8/2023). Bisnis/Himawan L Nugraha

Bisnis.com, BALIKPAPAN — PT Bursa Efek Indonesia (BEI) meyakini bahwa perdagangan di bursa saham akan tetap semarak pada tahun politik, dengan penyelenggaraan pemilihan umum atau pemilu 2024.

Hal itu disampaikan oleh Direktur Utama BEI Iman Rachman dalam acara Capital Market Journalist Workshop-Media Gathering di Balikpapan, Kalimantan Timur pada Jumat (17/11/2023).

Dia menjelaskan bahwa para pelaku pasar dan emiten sangat mencermati berbagai perhelatan akbar, termasuk pemilu 2024. Hal itu turut memengaruhi keputusan sejumlah emiten untuk mempercepat pencatatan saham perdana (initial public offering/IPO) dari 2024 ke tahun ini.

Namun demikian, keberadaan lebih dari 900 emiten di pasar saham membuat para investor memiliki banyak opsi untuk berinvestasi. Alhasil, Iman meyakini bahwa aktivitas perdagangan akan tetap terjaga pada tahun politik.

"Yang penting menurut kami, setelah pemilu apakah mau 1 putaran atau 2 putaran yang penting suasananya kondusif. Investor kita komposisinya saat ini domestiknya sudah 65%, 35% asing. Artinya hari ini kita perlu [situasi yang] kondusif," ujar Iman, dikutip pada Minggu (19/11/2023).

BEI sendiri melihat prospek positif dari perdagangan saham tahun depan, karena fundamental perekonomian Indonesia yang kuat. Hal itu pun mampu menjaga Indonesia dari dampak tekanan ekonomi global, seperti suku bunga yang tinggi.

Historis pergerakan IHSG dalam beberapa pemilu terakhir. / dok. BEI
Historis pergerakan IHSG dalam beberapa pemilu terakhir. / dok. BEI

"[Sentimen dari luar] seperti Fed Rate dari AS yang terus meningkat, lalu ada perang. Faktor-faktor itu yang menurut lebih dominan [memengaruhi preferensi investor] dibanding faktor politiknya [pemilu 2024]. Selama kondisi ekonominya membaik itu akan lebih baik pada tahun depan," ujar Iman.

Dia pun menyebut bahwa konsumsi masyarakat akan meningkat pada tahun politik, karena semaraknya kampanye di seluruh wilayah. Hal itu pun bisa memberikan efek positif bagi sejumlah sektor.

"Tentu saja berdampak kepada emiten-emiten kita, sektor konsumer, layanan komunikasi, dan keuangan, yang kami harapkan akan tumbuh. Pengalaman 5 pemilu terakhir kita kondisinya Insyaallah akan positif," ujar Iman.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News dan WA Channel

Konten Premium

Dapatkan informasi komprehensif di Bisnis.com yang diolah secara mendalam untuk menavigasi bisnis Anda. Silakan login untuk menikmati artikel Konten Premium.

Artikel Terkait

Berita Lainnya

Berita Terbaru

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

# Hot Topic

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Rekomendasi Kami

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Foto

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Scan QR Code Bisnis Indonesia e-paper