Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Trio Bank BUMN, BBNI, BMRI dan BBRI Topang Penguatan IHSG Hari Ini

Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) naik 0,20 persen atau 14 poin ke level 6.937 berkat penguatan tiga saham bank BUMN yakni BMRI, BBRI, dan BBNI.
Karyawan mengamati pergerakan harga saham di Profindo Sekuritas, Jakarta, Rabu (30/8/2023). Bisnis/Eusebio Chrysnamurti
Karyawan mengamati pergerakan harga saham di Profindo Sekuritas, Jakarta, Rabu (30/8/2023). Bisnis/Eusebio Chrysnamurti

Bisnis.com, JAKARTA -- Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) naik 0,20 persen atau 14 poin ke level 6.937 berkat penguatan tiga saham bank BUMN yakni BMRI, BBRI, dan BBNI.

IHSG hari ini, Rabu (27/9/2023), sempat menguat ke level tertinggi di 6.970 dan level terendah 6.913. Jumlah saham yang beredar 18,78 miliar dengan frekuensi perdaganan 1,1 juta kali. Adapun perkiraan nilai perdagangan mencapai Rp10,76 triliun.

Terdapat 276 saham yang mengalami penguatan, 245 saham yang melemah, dan 232 saham yang stagnan pada hari ini. Beberapa saham yang menguat adalah BBRI dengan kenaikan 0,4 persen dan nilai transaksi Rp466 miliar.

Selain itu, saham BBNI dan BMRI juga mengalami peningkatan dengan masing-masing kenaikan 1,5 persen dan 1,2 persen. Saham BBNI ditutup pada level Rp10.125 dan saham BMRI pada posisi Rp6.000.

Diantara penguatan ketiga saham bank itu, ada pula saham berkapitalisasi jumbo lainnya yang melemah. Misalnya, BBCA yang terkoreksi 0,84 persen, TLKM yang turun 1,06 persen, dan AMMN 0,44 persen.

Sebelumnya, Head of Research Phintraco Sekuritas Valdy Kurniawan mengatakan IHSG diperkirakan melanjutkan pelemahan di rentang 6.900-6.950 pada perdagangan hari ini.

"Potensi pelemahan IHSG ini dipengaruhi oleh pelemahan mayoritas indeks global pada perdagangan kemarin," ujar Valdy dalam riset Rabu, (27/9/2023).

Adapun, level support IHSG pada hari ini berada di 6.900, sedangkan level pivot di 6.950 dan level resisten 7.000. Menurutnya, dari eksternal, pelaku pasar khawatir dengan dampak negatif jika terjadi government shutdown di AS yang mengharuskan menghentikan beberapa fungsi lembaga AS.

Indeks-indeks Wall Street melemah lebih dari 1 persen pada Selasa (26/9). Data-data ekonomi terbaru menambah kekhawatiran pasar terhadap outlook ekonomi AS. Harga rumah naik 4,6 persen year-on-year (yoy) pada Juli 2023 dibanding 3,2 persen yoy di Juni 2023 memicu kekhawatiran terhadap kondisi inflasi di AS.

US CB Consumer Confidence turun ke 103 pada September 2023 dari 108.7 di Agustus 2023. Selain data ekonomi, pelaku pasar masih mencermati perkembangan proses pembahasan government funding sebelum deadline di akhir September 2023.

Sejalan dengan pelemahan Wall Street, mayoritas indeks di Eropa juga ditutup melemah kemarin. Pelemahan turut dipengaruhi oleh kekhawatiran terhadap outlook ekonomi di AS dan dampaknya ke ekonomi Eropa, terutama terkait pidato Kepala The Fed Jerome Powell dalam FOMC September 2023.

Dalam pidatonya, Jerome Powell memberikan petunjuk bahwa The Fed masih berpeluang menaikan suku bunga acuan pada sisa 2023 dan kemungkinan mempertahankan suku bunga acuan di level tinggi untuk waktu yang lebih lama. Kondisi serupa disampaikan oleh Presiden European Central Bank (ECB) beberapa waktu sebelumnya.

Meski dibayangi sentimen negatif tersebut, harga minyak bumi rebound pada Selasa (26/9). Harga brent oil menguat 0,7 persen ke US$93,96 per barel, sementara harga crude oil menguat 0,8 persen ke US$90,39 per barel.

Dari sentimen regional, ekspektasi perbaikan kondisi pasar properti di China masih membutuhkan waktu yang lebih lama dari perkiraan meskipun telah menerapkan kebijakan yang lebih akomodatif. Selain itu, data inflasi Jepang relatif tinggi dengan rata-rata 3 persen yoy dibanding kondisi normal kurang dari 1 persen yoy.

Inflasi tinggi Jepang ini memicu kekhawatiran kenaikan suku bunga acuan dari Bank of Japan (BoJ) sehingga dapat memicu capital outflow dari negara berkembang, termasuk Indonesia.

Adapun, Phintraco Sekuritas menyematkan rekomendasi speculative buy untuk saham MTEL, MIDI, dan ACES, serta trading buy untuk TLKM, ASII, AMRT, dan EMTK.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News dan WA Channel

Penulis : Pandu Gumilar
Editor : Pandu Gumilar
Konten Premium

Dapatkan informasi komprehensif di Bisnis.com yang diolah secara mendalam untuk menavigasi bisnis Anda. Silakan login untuk menikmati artikel Konten Premium.

Artikel Terkait

Berita Lainnya

Berita Terbaru

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

# Hot Topic

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Rekomendasi Kami

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Foto

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Scan QR Code Bisnis Indonesia e-paper