Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Jembatan Longspan LRT Salah Desain, Begini Jawaban Adhi Karya (ADHI)

PT Adhi Karya (Persero) Tbk. (ADHI) buka suara terkait adanya kesalahan desain pada jembatan lengkung bentang panjang (longspan) LRT Gatot Subroto-Kuningan.
Rangkaian kereta Lintas Rel Terpadu (LRT) melintasi jembatan lengkung di kawasan Jl. Gatot Subroto, Jakarta, Rabu (2/8/2023). Bisnis/Arief Hermawan P
Rangkaian kereta Lintas Rel Terpadu (LRT) melintasi jembatan lengkung di kawasan Jl. Gatot Subroto, Jakarta, Rabu (2/8/2023). Bisnis/Arief Hermawan P

Bisnis.com, JAKARTA – PT Adhi Karya (Persero) Tbk. (ADHI) buka suara terkait pernyataan Wakil Menteri BUMN Kartika Wirjoatmodjo, yang menyebutkan ada kesalahan desain pada jembatan lengkung bentang panjang (longspan) LRT Gatot Subroto-Kuningan.

Saat dikonfirmasi Bisnis, Sekretaris Perusahaan ADHI Farid Budiyanto memberikan video resmi milik perseroan yang diunggah di kanal Youtube AdhikaryaID pada November 2019 silam.

“Saya menjawab dengan video yang pernah kami rilis di Youtube resmi Adhi Karya saja ya,” ujar Farid saat dihubungi dari Jakarta, Kamis (3/8/2023).

Video itu menjelaskan longspan LRT Jabodebek Gatot Subroto-Kuningan dibangun pada ketinggian level 4, yang berada di atas underpass atau lintas bawah, jalan arteri, dan fly over. Jembatan ini juga dibangun di wilayah dengan tingkat volume lalu lintas tinggi.

Dengan kondisi tersebut, metode konstruksi yang digunakan pada jembatan longspan LRT adalah form traveler (cast in situ). Sebagai informasi, cast in situ merupakan salah satu pekerjaan pembuatan beton secara langsung di lapangan kerja.

Form traveler dapat mengakomodir vertikal precamber sesuai desain. Form traveler juga dapat mengakomodir horizontal precamber sesuai desain,” tertulis dalam penjelasan video ADHI.

Perseroan dalam video tersebut menyatakan bahwa akibat radius lengkung yang kecil, jembatan longspan Kuningan akhirnya mengalami efek torsi yang cukup besar. Hal ini lantas diantisipasi lewat penambahan prestress tendon pada pier.

“Efek torsi dimitigasi dengan menambahkan prestress tendon pada pier. Vertical stressing dilakukan sesuai dengan urutan desain yang direncanakan.”

ADHI juga menjelaskan pekerjaan hanya dapat dilakukan pukul 23.00 – 04.00 WIB. Sebanyak 17 segmen box girder dipasang sampai jembatan batang panjang tersambung. Pekerjaan setiap segmen membutuhkan waktu 10-14 hari, mulai dari pengecoran hingga stressing.

Sebelumnya, Kartika Wirjoatmodjo alias Tiko mengatakan terdapat kesalahan desain pada jembatan longspan dari Gatot Subroto ke Kuningan. ADHI, selaku penanggung jawab, disebut membangung jembatan tanpa menguji sudut kemiringan kereta.

Menurutnya, jembatan tersebut seharusnya dibuat lebih lebar agar kereta dapat melaju dengan optimal. Akibatnya, rangkaian kereta LRT Jabodebek kini harus berbelok dengan kecepatan yang pelan, sekitar 20 kilometer per jam, saat melewati jembatan ini.

Adapun Wakil Ketua Bidang Pemberdayaan dan Penguatan Kewilayahan, Masyarakat Transportasi Indonesia (MTI), Djoko Setijowarno, menilai pernyataan Tiko tidak realistis karena menjadi wajar jika kecepatan kendaraan akan berkurang saat melintasi berbagai tikungan. 

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News dan WA Channel

Penulis : Dionisio Damara
Editor : Ibad Durrohman
Konten Premium

Dapatkan informasi komprehensif di Bisnis.com yang diolah secara mendalam untuk menavigasi bisnis Anda. Silakan login untuk menikmati artikel Konten Premium.

Artikel Terkait

Berita Lainnya

Berita Terbaru

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

# Hot Topic

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Rekomendasi Kami

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Foto

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Scan QR Code Bisnis Indonesia e-paper