Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

IHSG Ditutup Melemah ke 6.805, Saham BBCA, BBRI, TLKM Berguguran

IHSG ditutup melemah pada perdagangan akhir pekan seiring dengan kejatuhan saham big cap seperti BBCA, BBRI, TLKM, dan GOTO.
Karyawati beraktivitas di kantor PT Bursa Efek Indonesia (BEI) pada hari pertama perdagangan saham tahun 2023 di Jakarta, Senin (2/1/2023). Bisnis/Arief Hermawan P
Karyawati beraktivitas di kantor PT Bursa Efek Indonesia (BEI) pada hari pertama perdagangan saham tahun 2023 di Jakarta, Senin (2/1/2023). Bisnis/Arief Hermawan P

Bisnis.com, JAKARTA - Indeks harga saham gabungan (IHSG) ditutup melemah pada perdagangan akhir pekan seiring dengan kejatuhan saham big cap seperti BBCA, BBRI, TLKM, dan GOTO.

IHSG ditutup melemah 0,05 persen atau 3,67 poin menjadi 6.805,27 pada perdagangan Jumat (31/3/2023). Sepanjang sesi, IHSG bergerak di rentang 6.789,61-6.831,55.

Sejumlah saham big cap menekan IHSG, seperti BBCA turun 0,85 persen, BBRI turun 0,42 persen, TLKM turun 0,73 persen, dan GOTO turun 2,68 persen. Di sisi lain, saham BMRI naik 0,98 persen, ASII naik 1,69 persen, dan BYAN naik 0,12 persen.

Financial Expert Ajaib Sekuritas Chisty Maryani menjelaskan katalis datang dari eksternal dan internal yaitu International Monetary Fund (IMF) memproyeksikan ekonomi Indonesia pada tahun 2023 dapat mencapai level 5 persen. 

Proyeksi tersebut lebih tinggi dibanding proyeksi IMF dalam laporan World Economic Outlook edisi Januari 2023 lalu di level 4,8 persen. 

“Proyeksi tersebut seiring dengan neraca transaksi berjalan yang terjaga, serta masuknya investasi asing langsung yang kuat,” katanya dalam riset harian, Jumat (31/3/2023). 

Selain itu, inflasi Indonesia yang terkendali dan sistem keuangan yang terjaga stabil mampu meredam gejolak global yang signifikan sehingga ekonomi Indonesia diproyeksi akan tumbuh kuat dan inklusif.

Dari mancanegara, Amerika Serikat melaporkan GDP growth rate untuk periode kuartal-IV 2022 tercatat di level 2,6 persen, level tersebut lebih rendah dari proyeksi pada level 2,7 persen. 

Klaim data tunjangan pengangguran awal yang berakhir pada 25 Maret 2023 juga tercatat naik menjadi 198 ribu, lebih tinggi dari konsensus di 196 ribu dan diatas periode sebelumnya yang tercatat sebesar 191 ribu. 

Sementara itu, Bursa Efek Indonesia (BEI) resmi melakukan normalisasi jam perdagangan yang akan efektif mulai pekan depan, Senin 3 April 2023. Bursa juga mengubah aturan auto rejection saham.

Seretaris Perusahaan BEI Yulianto Aji Sadono mengatakan normalisasi jam perdagangan bursa ini dilakukan menindaklanjuti Surat Otoritas Jasa Keuangan Nomor S-52/PM.01/2023 tanggal 29 Maret 2023 perihal Persetujuan atas konsep Surat Keputusan Direksi PT Bursa Efek Indonesia Perihal Peraturan Nomor II-A perihal Perdagangan Efek Bersifat Ekuitas dan konsep Surat Keputusan Direksi PT Bursa Efek Indonesia Perihal Peraturan Nomor II-E perihal Perdagangan Kontrak Berjangka.

"Dengan ini kami sampaikan BEI melakukan normalisasi atas kebijakan pandemi Covid-19," ujar Yulianto, Kamis (30/3/2023).

Dengan normalisasi tersebut, maka jam perdagangan pasar reguler pada Senin-Kamis sesi I akan dimulai pukul 09.00-12.00 WIB. Saat ini, sesi I dimulai pukul 09.00-11.30 WIB.

Nantinya, sebelum sesi I perdagangan dimulai, akan ada sesi pra-pembukaan 15 menit. Aturan jam sesi pra-pembukaan ini sama dengan saat ini pukul 08.45-08.59 WIB. 

Kemudian, sesi II dimulai pukul 13.30-15.49 WIB, yang mengalami perubahan dari saat ini pukul 13.30-14.49 WIB. Sesi pra-penutupan mundur menjadi pukul 15.50-16.00 WIB, dari saat ini pukul 14.50-15.00 WIB. 

Lalu, sesi pasca-penutupan menjadi pukul 16.01-16.15 WIB, berubah dari saat ini pukul 15.01-15.15 WIB.

Sementara itu di hari Jumat, jam perdagangan pasar reguler sesi I akan dimulai pukul 09.00-11.30 WIB. Sesi pra-pembukaan sama dengan saat ini, yakni pukul 08.45-08.59 WIB. 

Selanjutnya, sesi kedua mulai pukul 14.00-15.49 WIB mundur dari saat ini, yaitu pukul 13.30-14-49 WIB. Sesi pra-penutupan menjadi 15.50-16.00 WIB dari saat ini 14.50-15.00 WIB. Lalu, sesi pasca-penutupan menjadi 16.01-16.15 WIB dari saat ini 15.01-15.15 WIB.

Selanjutnya, jam perdagangan pasar tunai sesi I pada Senin-Kamis menjadi pukul 09.00-12.00. Jam perdagangan ini berubah dari saat ini pukul 09.00-11.30 WIB. Adapun untuk hari Jumat, sesi I perdagangan tetap dimulai pukul 09.00-11.30 WIB.

Sementara itu, jam perdagangan pasar negosiasi sesi I pada Senin-Kamis mulai pukul 09.00-12.00 WIB. Jam perdagangan ini berubah dari saat ini mulai pukul 09.00-11.30 WIB. Kemudian, sesi II menjadi pukul 13.30-16.30 WIB dari saat ini 13.30-15.30 WIB. 

Adapun pada hari Jumat, sesi I tetap dimulai pada 09.00-11.30 WIB. Sementara itu sesi II berubah dari saat ini pukul 13.30-15.30 WIB menjadi pukul 14.00-16.30 WIB.

Kemudian, jam perdagangan untuk kontrak berjangka sesi I pada Senin-Kamis menjadi pukul 08.45-12.00. Jam perdagangan ini berubah dari saat ini pukul 08.45-11.30 WIB. Adapun untuk hari Jumat, sesi I perdagangan tetap dimulai pukul 08.45-11.30 WIB, sementara sesi II berubah dari 13.30-15.15 menjadi 14.00-16.15.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Konten Premium

Dapatkan informasi komprehensif di Bisnis.com yang diolah secara mendalam untuk menavigasi bisnis Anda. Silakan login untuk menikmati artikel Konten Premium.

Artikel Terkait

Berita Lainnya

Berita Terbaru

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

# Hot Topic

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Rekomendasi Kami

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Foto

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Scan QR Code Bisnis Indonesia e-paper