Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Erick Thohir Pastikan BUMN Terlibat Aksi Divestasi Saham Vale (INCO)

Kementerian BUMN bakal berperan dalam divestasi saham Vale Indonesia (INCO), untuk sama-sama mendulang keuntungan
Menteri BUMN Erick Thohir dalam konferensi pers BUMN, Senin (2/1/2023)/Bisnis-Mutiara Nabila.
Menteri BUMN Erick Thohir dalam konferensi pers BUMN, Senin (2/1/2023)/Bisnis-Mutiara Nabila.

Bisnis.com, JAKARTA — Menteri BUMN Erick Thohir menegaskan akan terlibat dalam divestasi saham PT Vale Indonesia Tbk. (INCO), yang akan membawa keuntungan untuk kedua belah pihak.

Erick menjelaskan, saat ini sudah dilaksanakan rapat terbatas (ratas) dengan Presiden, Menteri ESDM, Menteri BUMN, Menko Maritim dan Investasi, Menteri Keuangan, Menko Ekonomi, dan Menteri Investasi. Dari ratas disimpulkan dalam divestasi Vale, BUMN akan berperan.

"Seperti dulu Freeport. Ini buat kita win-win, setelah didivestasi memperbaiki kinerja keuangan kita dan Freeport mau jadi ekosistem kita dengan membangun smelter. Kita uji coba 5G mining di Freeport, pertama di asia Tenggara. Nah, Vale pun menjadi sesuatu yang menarik," kata Erick dalam konferensi pers BUMN, Senin (2/1/2023).

Menurutnya, BUMN tidak harus bergerak sendiri dalam membangun ekosistem karena bisa bermitra dengan perusahaan luar negeri untuk membangun UMKM dan sektor swasta, dengan proses bisnis yang transparan dan terbuka.

"Vale menjadi bagian penting karena Indonesia salah satu negara yang memproduksi nikel," jelasnya.

Sebagai informasi, divestasi saham INCO merupakan kewajiban INCO untuk memenuhi syarat perpanjangan kontrak di Indonesia, dari Kontrak Karya menjadi Izin Usaha Pertambangan Khusus (IUPK). Adapun izin kontrak karya Vale Indonesia bakal berakhir pada 27 Desember 2025 mendatang.

Sebagai bagian dari perpanjangan izin menjadi IUPK, Vale Indonesia diwajibkan untuk mendivestasikan 51 persen sahamnya. Sebelumnya, Holding Industri Pertambangan Indonesia alias MIND ID telah mengakuisisi 20 persen saham Vale Indonesia

Dengan adanya ekosistem dari hulu ke hilir, Erick mengatakan berharap Indonesia bisa menyaingi perusahaan global sehingga tak hanya sumber daya dan pasarnya saja yang dikeruk, melainkan bisa punya standarisasi sendiri.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News dan WA Channel

Penulis : Mutiara Nabila
Editor : Farid Firdaus
Konten Premium

Dapatkan informasi komprehensif di Bisnis.com yang diolah secara mendalam untuk menavigasi bisnis Anda. Silakan login untuk menikmati artikel Konten Premium.

Artikel Terkait

Berita Lainnya

Berita Terbaru

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

# Hot Topic

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Rekomendasi Kami

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Foto

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Scan QR Code Bisnis Indonesia e-paper