Cari berita
Bisnis.com

Konten Premium

Bisnis Plus bisnismuda Koran Bisnis Indonesia tokotbisnis Epaper Bisnis Indonesia Konten Interaktif Bisnis Indonesia Group Bisnis Grafik bisnis tv

Pasar Optimis Suku Bunga AS Tak Lagi Agresif, Rupiah Diprediksi Menguat ke Rp15.450

Rilis data menunjukan inflasi Amerika Serikat turun, Suku bunga AS diperkirakan tak naik ke atas 5 persen.
Mutiara Nabila
Mutiara Nabila - Bisnis.com 14 Desember 2022  |  10:53 WIB
Pasar Optimis Suku Bunga AS Tak Lagi Agresif, Rupiah Diprediksi Menguat ke Rp15.450
Karyawati menghitung uang rupiah di salah satu kantor cabang PT Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk. di Jakarta, Selasa (16/8/2022). Bisnis - Arief Hermawan P

Bisnis.com, JAKARTA — Rupiah diprediksi menguat sepanjang hari ini, Rabu (14/12/2022) melihat optimisme pasar bahwa suku bunga The Fed tak lagi agresif dan akan memuncak di 5 persen.

Macro Equity Strategist Samuel Sekuritas Indonesia Lionel Priyadi menyebutkan rlis data inflasi AS yang lebih rendah dari ekspektasi direspon oleh pasar dengan menurunkan proyeksi puncak suku bunga The Fed tahun 2023 menjadi 5 persen dari sebelumnya 5,25 persen.

"Akibatnya, imbal hasil (yield) US Treasury 10-tahun turun sebesar 11 bps menjadi 3,5 persen," ungkapnya dalam riset harian, Rabu (14/12/2022).

Adapun, sentimen pasar global berpotensi membaik lebih lanjut bila The Fed merilis proyeksi suku bunga 2023 dan 2024 yang sesuai dengan ekspektasi pasar.

The Fed akan mengumumkan keputusan suku bunga bulan ini serta proyeksi ekonomi tahun depan malam ini.

Di samping itu, inflasi indeks harga konsumen (CPI) Amerika Serikat turun melebihi ekspektasi pada November menjadi 7,1 persen yoy, lebih rendah dibandingkan konsensus di 7,3 persen yoy, dan dari 7,7 persen pada Oktober. Inflasi inti CPI juga turun melebihi ekspektasi menjadi 6 persen yoy, lwbih rendah dari perkiraan konsensus di 6,1 persen dan dari 6.3 persen pada bulan sebelumnya.

"Kami memperkirakan aksi beli di pasar obligasi domestik akan meningkat hari ini dipicu oleh penurunan inflasi Amerika Serikat bulan November yang lebih rendah dari ekspektasi pasar," papar Lionel.

Adapun, Samuel Sekuritas Indonesia memperkirakan Rupiah akan menguat hari ini ke rentang Rp15.450-Rp15.550 per dolar AS di setelag pelemahan indeks dolar AS 1,1 persen pada Selasa (13/12/2022) malam.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

Rupiah Suku Bunga the fed samuel sekuritas
Editor : Ibad Durrohman

Artikel Terkait



Berita Lainnya

    Berita Terkini

    back to top To top