Cari berita
Bisnis.com

Konten Premium

Bisnis Plus bisnismuda Koran Bisnis Indonesia tokotbisnis Epaper Bisnis Indonesia Konten Interaktif Bisnis Indonesia Group Bisnis Grafik bisnis tv
Live

Nilai Tukar Rupiah terhadap Dolar AS Hari Ini, Terdorong Pertumbuhan Ekonomi Kuartal III

Rupiah masih tertekan dolar AS kendati mendapat sentimen positif dari proyeksi pertumbuhan ekonomi kuartal III/2022 yang di atas 5 persen.
Iim F. Timorria dan Maria Elena
Iim F. Timorria dan Maria Elena - Bisnis.com 07 November 2022  |  15:05 WIB
Live
Nilai Tukar Rupiah terhadap Dolar AS Hari Ini, Terdorong Pertumbuhan Ekonomi Kuartal III
Rupiah masih tertekan dolar AS kendati mendapat sentimen positif dari proyeksi pertumbuhan ekonomi kuartal III/2022 yang di atas 5 persen. Bisnis - Himawan L Nugraha
Bagikan

Bisnis.com, JAKARTA - Nilai tukar rupiah terhadap dolar AS berisiko kembali melemah pada hari ini, Senin (7/11/2022) karena masih kuatnya dolar AS. Pelaku pasar akan memantau rilis pertumbuhan ekonomi kuartal III/2022.

Badan Pusat Statistik (BPS) akan mengumumkan data pertumbuhan ekonomi kuartal III/2022 pada hari ini, Senin (7/11/2022). Sejumlah ekonom memprediksi pertumbuhan ekonomi masih di atas 5 persen.

Rupiah  mengakhiri perdagangan Jumat (4/11/2022) dengan pelemahan sebesar 0,27 persen atau 42.5 poin ke Rp15.737,5 per dolar AS. Sampai pukul 15.01 WIB, indeks dolar AS terpantau melemah 0,21 persen atau 0,23 poin, tetapi masih di level 112,56.

Bank Indonesia (BI) mencatat nilai tukar per Kamis (3/11/2022), Rupiah ditutup pada level (bid) Rp15.695 per dolar AS dan dibuka pada level (bid) Rp15.740 per dolar AS pada Jumat (4/11/2022).

Direktur Departemen Komunikasi BI Nita A. Muelgini melalui keterangan tertulis melaporkan perkembangan nilai tukar 31 Oktober - 4 November 2022.

Berdasarkan laporan tersebut, BI Yield SBN (Surat Berharga Negara) 10 tahun turun ke 7,39 persen pada Kamis (3/11/2022) dan naik ke level 7,46 persen pada Jumat (4/11/2022). Sementara untuk yield UST (US Treasury) dengan tenor 10 tahun naik ke level 4,147 persen.

Untuk aliran modal asing pada minggu pertama November 2022, premi CDS (credit default swaps) Indonesia 5 tahun naik ke 139,39 bps per 3 November 2022 dari 130,44 bps per 28 Oktober 2022.

Berdasarkan data transaksi 31 Oktober – 3 November 2022, non residen di pasar keuangan domestik beli neto Rp0,90 triliun terdiri dari beli neto Rp0,08 triliun di pasar SBN dan beli neto Rp0,82 triliun di pasar saham.

“Selama tahun 2022, berdasarkan data setelmen sampai dengan 3 November, non residen jual neto Rp176,33 triliun di pasar SBN dan beli neto Rp78,86 triliun di pasar saham,” kata Nita, dikutip Sabtu (5/11/2022).

Di sisi lain, berdasarkan Survei Pemantauan Harga pada minggu pertama November 2022, perkembangan harga sampai dengan minggu pertama November 2022 diperkirakan inflasi sebesar 0,08 persen (month-to-month/mtm).

Adapun komoditas penyumbang inflasi November 2022 sampai dengan minggu pertama yaitu telur ayam sebesar 0,02 persen (mtm), daging ayam ras, beras, minyak goreng, tahu mentah, tomat, tempe, jeruk, dan sawi hijau masing-masing sebesar 0,01 persen (mtm).

Sementara, komoditas yang mengalami deflasi pada periode minggu pertama November yaitu cabai merah sebesar -0,07 persen (mtm), cabai rawit sebesar -0,03 persen (mtm), dan bawang putih sebesar -0,01 persen (mtm).

Nita mengatakan, BI akan terus memperkuat koordinasinya dengan pemerintah dan otoritas terkait serta mengoptimalkan strategi bauran kebijakan. Ini dilakukan untuk menjaga stabilitas makroekonomi dan sistem keuangan guna mendukung pemulihan ekonomi lebih lanjut.

Direktur PT Laba Forexindo Berjangka Ibrahim Assuaibi dalam risetnya menyebutkan bahwa indeks dolar mendekati level tertinggi dalam dua minggu setelah The Fed menaikkan suku bunga acuan sebesar 75 basis poin sebagaimana ekspektasi pasar. Bank sentral memperkirakan suku bunga AS akan mencapai puncaknya pada tingkat yang lebih tinggi dari perkiraan semula.

Menyusul The Fed, Bank of England (BoE) juga mengangkat suku bunga Inggris menjadi 3 persen dari 2,25 persen. Kenaikan 75 basis poin ini menjadi yang tertinggi sejak 1989.

Dari dalam negeri, pasar terus memantau perkembangan Neraca Pembayaran Indonesia (NPI) pada kuartal III/2022 yang diperkirakan tetap sehat dan neraca transaksi diperkirakan kembali mencatatkan surplus.

“Hal ini ditopang oleh kinerja positif dari neraca perdagangan yang membukukan surplus US$14,9 miliar pada kuartal III/2022,” katanya.

Kontribusi neraca perdagangan yang positif dapat meredam tekanan arus modal keluar nonresiden pada investasi portofolio yang mencapai US$2,1 miliar akibat dari kenaikan suku bunga di Amerika Serikat (AS) yang sangat agresif dan ketidakpastian pasar keuangan global akibat krisis energi dan pangan di semenanjung Eropa.

“Kinerja ekspor yang tetap terjaga kuat tersebut juga didorong oleh adanya kebijakan dari pemerintah untuk terus mendorong ekspor Crude Palm Oil (CPO) beserta turunannya. Selain itu, neraca transaksi modal dan finansial juga diperkirakan masih akan ditopang oleh realisasi positif dari penanaman modal asing,” katanya.

Posisi cadangan devisa pada akhir September 2022 tercatat masih tetap kuat, yakni pada level US$130,8 miliar. Cadangan tersebut setara dengan 5,9 bulan impor.

Ibrahim memperkirakan rupiah akan dibuka berfluktuatif pada perdagangan Senin pekan depan, tetapi melanjutkan pelemahan saat penutupan di level Rp15.710—Rp15.780.

Simak pergerakan rupiah hari ini secara live.

15:04 WIB

Rupiah ditutup naik

Pukul 15.00 WIB, rupiah naik 30 poin atau 0,19 persen menjadi 15.707,5 per dolar AS.

Indeks dolar AS menguat 0,32 persen ke level 111,233.

10:15 WIB

Rupiah masih kokoh

Pukul 10.06 WIB, rupiah naik 51,5 poin atau 0,33 persen menjadi Rp15.686 per dolar AS.

Indeks dolar AS naik 0,24 persen ke level 111,138.

09:05 WIB

Rupiah dibuka naik

Pukul 09.01 WIB, tupiah dibuka naik 74 poin atau 0,47 persen menjadi Rp15.663,5 per dolar AS.

Indeks dolar AS naik 0,24 persen ke level 111,144.


Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

Gonjang Ganjing Rupiah Rupiah Pertumbuhan Ekonomi dolar as
Editor : Hafiyyan
Bagikan

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Lainnya

Berita Terkini

back to top To top