Cari berita
  • facebook
  • twitter
  • instagram
  • youtube
Bisnis.com

Konten Premium

Bisnis Plus bisnismuda Koran Bisnis Indonesia tokotbisnis Epaper Bisnis Indonesia Konten Interaktif Bisnis Indonesia Group Bisnis Grafik bisnis tv

Rupiah Merosot ke Rp15.641 per Dolar AS, Waswas Jelang Rapat The Fed

Selain rupiah yang dibuka melemah, mata uang lain di kawasan Asia terpantau ikut terpukul keperkasaan dolar AS.
Nuhansa Mikrefin Yoedo Putra
Nuhansa Mikrefin Yoedo Putra - Bisnis.com 01 November 2022  |  09:38 WIB
Rupiah Merosot ke Rp15.641 per Dolar AS, Waswas Jelang Rapat The Fed
Pegawai menunjukan mata uang rupiah dan dolar Amerika Serikat di Dolar Asia Money Changer, Jakarta, Senin (18/7/2022). Bisnis - Himawan L Nugraha
Bagikan

Bisnis.com, JAKARTA – Nilai tukar rupiah terhadap dolar AS kembali dibuka melemah pada perdagangan Selasa (1/11/2022). Rupiah dibuka melemah bersama beberapa mata uang lain di kawasan Asia jelang pengumuman hasil rapat kebijakan moneter The Fed.

Berdasarkan data Bloomberg, mata uang Garuda dibuka melemah 43,5 poin atau 0,28 persen sehingga parkir di posisi Rp15.641 per dolar AS. Indeks dolar AS pada pukul 09.05 WIB terpantau melemah 0,12 poin atau 0,11 persen ke level 111,4.

Sementara itu, mata uang lain di kawasan Asia terpantau turut dibuka melemah di hadapan dolar AS. Mata uang dolar rupee India 0,36 persen, yuan Cina 0,26 persen, peso Filipina turun 0,23 persen, ringgit Malaysia 0,13 persen, dan Taiwan turun 0,08 persen,

Beberapa mata uang kawasan Asia yang justru menguat pada pembukaan hari ini adalah yen Jepang naik 0,22 persen, dolar Singapura naik 0,15 persen, baht Thailand naik 0,12 persen, dan won Korea Selatan naik 0,03 persen.

Direktur PT Laba Forexindo Berjangka Ibrahim Assuaibi dalam risetnya memperkirakan dolar AS akan melanjutkan penguatan pada beberapa hari mendatang di tengah antisipasi para trader terhadap kebijakan suku bunga The Fed pada pertumbuhan November. Bank Sentral AS diperkirakan kembali mengerek suku bunga sebesar 75 basis poin.

Namun pasar juga memperkirakan adanya potensi kebijakan yang tidak terlalu hawkish akibat berkurangnya tekanan inflasi. Dolar dan imbal hasil US Treasury tercatat telah turun dari posisi puncaknya pada Oktober akibat estimasi tersebut.

Dari dalam negeri, survei yang dilakukan Bank Indonesia menunjukkan bahwa inflasi pada Oktober diperkirakan di angka 5,8 persen secara tahunan. Angka tersebut lebih rendah dibandingkan dengan inflasi September 2022 yang mencapai 5,95 persen yoy.

Ibrahim memperkirakan rupiah dibuka berfluktuatif pada perdagangan hari ini. Namun berpotensi melemah di rentan Rp15.570-Rp15.650 per dolar AS.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

nilai tukar rupiah Rupiah dolar as the fed
Editor : Farid Firdaus
Bagikan

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Lainnya

Berita Terkini

back to top To top