Cari berita
  • facebook
  • twitter
  • instagram
  • youtube
Bisnis.com

Konten Premium

Bisnis Plus bisnismuda Koran Bisnis Indonesia tokotbisnis Epaper Bisnis Indonesia Konten Interaktif Bisnis Indonesia Group Bisnis Grafik bisnis tv
Live

Nilai Tukar Rupiah Terhadap Dolar AS Hari Ini, 1 November 2022

Rupiah hari ini diprediksi akan dibuka berfluktuatif. Namun berpotensi melemah di rentan Rp15.570-Rp15.650 per dolar AS.
Iim Fathimah Timorria
Iim Fathimah Timorria - Bisnis.com 01 November 2022  |  15:18 WIB
Nilai Tukar Rupiah Terhadap Dolar AS Hari Ini, 1 November 2022
Karyawan memperlihatkan uang rupiah dan dolar AS di gerai penukaran mata uang asing Dolarindo di Jakarta, Rabu (6/72022). Bisnis - Arief Hermawan P
Bagikan

Bisnis.com, JAKARTA – Nilai tukar rupiah hari ini diprediksi tertekan oleh volatilitas dolar AS menjelang rapat Bank Sentral Federal Reserve (The Fed) terkait kebijakan suku bunga.

Kemarin (31/10/2022), rupiah mengakhiri perdagangan dengan pelemahan sebesar 0,28 persen atau 43,5 poin ke Rp15.597,5 per dolar AS. Di tengah pelemahan mata uang Garuda, mayoritas mata uang lain di kawasan Asia terpantau ikut turun.

Direktur PT Laba Forexindo Berjangka Ibrahim Assuaibi dalam risetnya memperkirakan dolar AS akan melanjutkan penguatan pada beberapa hari mendatang di tengah antisipasi para trader terhadap kebijakan suku bunga The Fed pada November 2022. Bank Sentral AS diperkirakan kembali mengerek suku bunga sebesar 75 basis poin.

“Namun pasar juga memperkirakan adanya potensi kebijakan yang tidak terlalu hawkish akibat berkurangnya tekanan inflasi. Dolar dan imbal hasil US Treasury tercatat telah turun dari posisi puncaknya pada Oktober akibat estimasi tersebut,” kata Ibrahim, dikutip Selasa (1/11/2022).

Dari dalam negeri, survei yang dilakukan Bank Indonesia menunjukkan bahwa inflasi pada Oktober diperkirakan di angka 5,8 persen secara tahunan. Angka tersebut lebih rendah dibandingkan dengan inflasi September 2022 yang mencapai 5,95 persen yoy.

Adapun untuk perdagangan hari ini, Ibrahim memperkirakan rupiah dibuka berfluktuatif. Namun berpotensi melemah di rentan Rp15.570-Rp15.650 per dolar AS.

Mengutip Bloomberg, Selasa (1/11/2022), hari ini pelaku pasar di Asia akan mengamati angka IMP Caixin China setelah rilis data terpisah pada Senin menunjukkan aktivitas pabrik dan jasa negara itu berkontraksi pada Oktober, mengirimkan sinyal negatif di pasar global.

Di pasar mata uang, yen kembali dalam jangkauan level 150 versus dolar. Jepang menghabiskan rekor 6,3 triliun yen atau setara US$42 miliar pada Oktober untuk melawan penurunan tajam yen terhadap dolar, karena mencoba membatasi pergerakan spekulatif yang menambah tekanan pada mata uang.

Di pasar komoditas, harga minyak mentah acuan global pada pagi ini memperpanjang kerugian sebelum keputusan suku bunga oleh bank sentral.

Simak pergerakan nilai tukar rupiah hari ini secara live

15:15 WIB

Rupiah ditutup melemah Rp15.627

Rupiah melemah 0,19 persen atau 30 poin ke Rp15.627,50 per dolar AS pada akhir perdagangan hari ini. 

Sementara itu, indeks dolar AS terpantau melemah 0,56 persen atau 0,62 poin ke 110,90. 

14:32 WIB

Rupiah terkoreksi Rp15.631

Rupiah melemah 0,22 persen atau 34 poin ke Rp15.631,50 per dolar AS pada 14.27 WIB. 

Adapun indeks dolar AS melemah 0,43 persen atau 0,48 poin ke 111,10. 

11:53 WIB

Rupiah terdepresiasi Rp15.636

Rupiah masih terkoreksi 0,25 persen atau 38,50 poin ke Rp15.636 per dolar AS pada 11.48 WIB. 

Adapun indeks dolar AS melemah 0,18 persen atau 0,20 poin ke 111,31.

10:30 WIB

Rupiah terperosok Rp15.649

Rupiah melemah 0,33 persen atau 51,50 poin ke Rp15.649 per dolar AS pada 11.20 WIB.

Adpaun indeks dolar AS juga melemah 0,18 persen atau 0,20 poin ke 111,33. 

09:04 WIB

Rupiah dibuka ambles Rp15.653

Rupiah dibuka melemah 0,24 persen atau 37,50 poin ke Rp15.635 per dolar AS pada awal perdagangan.

Adapun indeks dolar AS terpantau turun 0,11 persen atau 0,12 poin ke 111,41.


Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

Rupiah dolar as nilai tukar rupiah
Editor : Farid Firdaus
Bagikan

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Lainnya

Berita Terkini

back to top To top