Cari berita
Bisnis.com

Konten Premium

Bisnis Plus bisnismuda Koran Bisnis Indonesia tokotbisnis Epaper Bisnis Indonesia Konten Interaktif Bisnis Indonesia Group Bisnis Grafik bisnis tv

Cetak Laba Bersih Rp41 Miliar, Ini Analisa untuk Bank Jago (ARTO)

PT Bank Jago Tbk (ARTO) meraih laba bersih Rp41 miliar pada kuartal III/2022, bagaimana proyeksi analis?
Pandu Gumilar
Pandu Gumilar - Bisnis.com 24 Oktober 2022  |  13:06 WIB
Cetak Laba Bersih Rp41 Miliar, Ini Analisa untuk Bank Jago (ARTO)
Karyawan mengamati pergerakan harga saham di Profindo Sekuritas, Jakarta, Senin (25/7/2022). Bisnis - Eusebio Chrysnamurti
Bagikan

Bisnis.com, JAKARTA – PT Bank Jago Tbk (ARTO) meraih laba bersih Rp41 miliar pada kuartal III/2022, bagaimana proyeksi analis?

Kinerja bank digital milik Jerry Ng itu mengalami perubahan drastis dari posisi kuartal III/2021 yang masih mencatatkan rugi Rp33 miliar. Adapun laba hingga kuartal III/2022 juga lebih baik dari perolehan 2021 yang tercatat Rp19 miliar.

Analis Pasar Modal dari RHB Sekuritas Andrey Wijaya mengatakan  faktor utama peningkatan laba karena beban bunga yang rendah.

“Bank Jago siap menghadapi kenaikan suku bunga berkat porsi dana murahnya yang besar,” kata Analis Pasar Modal dari RHB Sekuritas Andrey Wijaya, Senin (24/10/2022).

Beban bunga ini naik 166 persen secara year on year (yoy)  sejalan dengan peningkatan dana pihak ketiga (DPK) yang dihimpun. DPK meningkat 186 persen dari Rp2,54 triliun pada kuartal III/2021 menjadi Rp7,28 triliun pada kuartal III/2022.

Andrey menjelaskan deposito yang tumbuh 38 persen menjadi Rp2,14 triliun. mendominasi DPK Bank Jago dengan porsi 71 persen.

Maka itu, Andrey menilai ARTO berhasil meraup pendapatan bunga bersih atau net interest income (NII) menembus Rp984 miliar atau tumbuh 210 persen secara yoy.

Selain itu, loan to deposit ratio (LDR) mencapai 112 persen sehingga jumlah kredit yang tersalurkan lebih tinggi dari total DPK. Namun demikian, bukan berarti Bank Jago terbelit urusan likuiditas. Bank ini masih memiliki kecukupan modal yang kuat dan ditopang dana hasil riights issue

Kepala Riset Praus Capital Alfred Nainggolan menjelaskan semakin tinggi LDR sebuah bank maka akan semakin maksimal pemanfaatan dana yang dimiliki dalam menghasilkan keuntungan.

Namun disisi lain akan meningkatkan resiko ketika dana yang disalurkan tersebut memiliki kualitas pengembalian yang tidak baik dan likuiditas rendah. “Jadi untuk ARTO dengan LDR 112 persen akan sangat positif jika rasio NPL rendah dan CAR yang dimiliki masih sangat besar,” katanya.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

bank jago ARTO rekomendasi saham
Editor : Pandu Gumilar
Bagikan

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Lainnya

Berita Terkini

back to top To top