Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Bos Sepeda Selis Tak Sengaja Beli Saham SLIS, Langsung Dijual Lagi

Saham SLIS tengah menjadi buah bibir para trader saham karena harganya yang melejit sejak diumumkan kenaikan harga BBM.
Direksi PT Gaya Abadi Sempurna Tbk. (SLIS) Wilson secara tidak sengaja membeli saham perusahaannya sendiri sebanyak 15.000 saham pada pekan lalu, 15 September 2022/ Ilustrasi Sepeda listrik Selis Mandalika.
Direksi PT Gaya Abadi Sempurna Tbk. (SLIS) Wilson secara tidak sengaja membeli saham perusahaannya sendiri sebanyak 15.000 saham pada pekan lalu, 15 September 2022/ Ilustrasi Sepeda listrik Selis Mandalika.

Bisnis.com, JAKARTA - Direksi PT Gaya Abadi Sempurna Tbk. (SLIS) Wilson secara tidak sengaja membeli saham perusahaannya sendiri sebanyak 15.000 lot atau 1,5 juta saham dan langsung menjualnya kembali pada hari yang sama.

Dalam keterbukaan informasi, Wilson tercatat membeli saham emiten berkode SLIS tersebut sebanyak 15.000 lot dengan harga pembelian per saham Rp242,6 sehingga total biaya yang keluar Rp363.900.000 pada 15 September 2022.

"Tujuan dari transaksi ketidaksengajaan transaksi dengan status kepemilikan saham langsung," jelasnya dikutip Senin (26/9/2022).

Dalam keterbukaan selanjutnya, Wilson menjelaskan menjual kembali kepemilikan saham SLIS tersebut dengan harga Rp240,8 per saham atau senilai Rp361.200.000. Dalam transaksi tidak sengaja tersebut, dia mencatat capital loss Rp2.7 juta.  

Saham SLIS tengah menjadi buah bibir para trader saham karena harganya yang melejit sejak diumumkan kenaikan harga BBM.

Dalam sepekan kemarin, saham SLIS naik 86,5 persen, hingga Bursa Efek Indonesia (BEI) memilih melakukan suspensi dengan tujuan cooling down pada perdagangan Jumat (23/9/2022) akhir pekan lalu.

"Sehubungan dengan terjadinya peningkatan harga kumulatif yang signifikan pada saham PT Gaya Abadi Sempurna Tbk. (SLIS), dalam rangka cooling down, PT Bursa Efek Indonesia memandang perlu melakukan penghentian sementara perdagangan saham SLIS, pada perdagangan tanggal 23 September 2022," ungkap surat yang ditandatangani Kepala Divisi pengawasan Transaksi BEI Lidia M. Panjaitan dan Kepala Divisi Pengaturan & Operasional Perdagangan BEI Pande Made Kusuma Ari A, dikutip Jumat (23/9/2022).

Surat itu juga menyebutkan penghentian sementara perdagangan saham SLIS dilakukan di pasar reguler dan pasar tunai dengan tujuan memberikan waktu yang memadai bagi pelaku pasar mempertimbangkan secara matang berdasarkan informasi yang ada dalam pengambilan keputusan investasinya di saham produsen sepeda listrik Selis tersebut.

Saham SLIS mengalami lompatan signifikan sejak pengumuman kenaikan harga BBM pada Sabtu (3/9/2022) lalu.

Per Jumat (2/9/2022) harga saham SLIS masih pada posisi 154 per saham, sedangkan pada penutupan perdagangan, Kamis (22/9/2022) harga sahamnya telah melonjak menjadi Rp450 per saham. Harga sahamnya melompat 192,2 persen hanya dalam waktu kurang dari satu bulan.

Pada perdagangan hari ini, saham SLIS anjlok terkena auto rejection bawah (ARB) turun 6,67 persen atau 30 poin ke harga Rp420 per lembar.

Jika dilihat, SLIS sebenarnya merupakan emiten dengan kapitalisasi pasar yang kecil, hanya Rp840 miliar dan memiliki rasio P/E 35,16 kali.

Apalagi, jumlah saham yang dipegang oleh masyarakat juga cukup terbatas atau hanya 500 juta saham atau 25 persen dari total modal dan saham yang diterbitkan.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News dan WA Channel

Konten Premium

Dapatkan informasi komprehensif di Bisnis.com yang diolah secara mendalam untuk menavigasi bisnis Anda. Silakan login untuk menikmati artikel Konten Premium.

Artikel Terkait

Berita Lainnya

Berita Terbaru

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

# Hot Topic

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Rekomendasi Kami

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Foto

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Scan QR Code Bisnis Indonesia e-paper