Cari berita
  • facebook
  • twitter
  • instagram
  • youtube
Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia tokotbisnis Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

Ace Hardware (ACES) Tanggapi Kinerja Saham yang Lesu

Saham emiten ritel PT Ace Hardware Indonesia Tbk. (ACES) cenderung lesu, meski masih mendapat rekomendasi dari analis.
Iim Fathimah Timorria
Iim Fathimah Timorria - Bisnis.com 23 September 2022  |  17:34 WIB
Ace Hardware (ACES) Tanggapi Kinerja Saham yang Lesu
Ilustrasi salah satu outlet Ace Hardware. - aceharware.co.id
Bagikan

Bisnis.com, JAKARTA — Harga saham emiten ritel PT Ace Hardware Indonesia Tbk. (ACES) kembali ditutup turun pada perdagangan akhir pekan, Jumat (23/9/2022). Rapor merah saham ACES melanjutkan tren sejak awal tahun.

Berdasarkan data RTI, saham ACES ditutup turun 0,79 persen ke level Rp625 per saham. Dalam sepekan, harga saham ACES telah turun 5,30 persen dan secara year to date (ytd) turun 51,17 persen.

“Perusahaan tidak dapat mengontrol harga saham dan tergantung pada bagaimana mekanisme pasar bekerja untuk harga saham ACES,” kata Corporate Secretary & Head of Investor Relations ACES Helen Tanzil, Jumat (23/9/2022).

Helen juga mengatakan ACES belum memiliki rencana untuk melakukan aksi korporasi dalam waktu dekat untuk meningkatkan kepercayaan investor. Meski demikian, dia memastikan perusahaan selalu berusaha untuk mencapai pertumbuhan yang berkelanjutan dari tahun ke tahun.

“Kami juga senantiasa menerapkan tata kelola perusahaan yang baik untuk meningkatkan kepercayaan investor, pemegang saham, dan seluruh stakeholders. Hal ini dibuktikan antara lain melalui penghargaan yang ACES terima dari Deloitte Indonesia sebagai Indonesia’s Best Managed Companies 2022,” katanya.

Analis NH Korindo Sekuritas Cindy Alicia Ramadhania mengatakan pelemahan saham-saham ritel, termasuk ACES, tidak lepas dari tantangan tingginya inflasi yang berisiko melemahkan daya beli konsumen.

Secara fundamental, Cindy mencatat penjualan ACES justru turun 2,78 persen yoy menjadi Rp3,23 triliun pada semester I/2022 dan laba ikut tergerus 12,47 persen yoy menjadi Rp242,39 miliar.

Dia mengatakan prospek perusahaan-perusahaan ini ke depan akan ditentukan oleh perkembangan kasus Covid-19 dan normalisasi mobilitas masyarakat. Namun, risiko inflasi yang meningkat tetap menjadi tantangan bagi perusahaan-perusahaan ini.

“Apalagi jika inflasinya tinggi dan tidak diimbangi dengan kenaikan pendapatan masyarakat, maka daya beli konsumen bisa kembali tergerus,” katanya.

Sementara itu, BRI Danareksa Sekuritas dalam riset berpendapat performa saham ACES sampai akhir tahun akan ditentukan oleh upaya Ace Hardware dalam mengurangi hari inventori (inventory days) barangnya dengan margin kotor yang lebih rendah di angka 47,2 persen. Pada semester I/2022 margin kotor mencapai 48,2 persen.

Penjualan ACES pada Agustus 2022 dilaporkan mencapai Rp526 miliar, naik 13,1 persen dibandingkan dengan Agustus 2021 dan turun 2,8 persen secara bulanan. Performa penjualan ini didorong oleh naiknya penjualan di kawasan Jakarta.

“Penjualan ini menyebabkan penjualan sepanjang Januari—Agustus 2022 mencapai Rp4,4 triliun atau naik 4,2 persen yoy. Namun lebih rendah dari capaian rata-rata 3 tahun yang berada di kisaran 61,5 persen sampai 64,3 persen dari capaian setahun penuh,” tulis BRI Danareksa Sekuritas.

BRI Danareksa Sekuritas mempertahankan rekomendasi buy untuk ACES dengan target harga tetap di Rp860. Sejumlah risiko yang mungkin muncul mencakup hari inventori yang tetap panjang, tekanan inflasi yang berlanjut dan berdampak pada pendapatan dan belanja operasional, serta kontribusi gerai baru yang berada di bawah ekspektasi.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

ace hardware aces rekomendasi saham Kinerja Emiten
Editor : Hafiyyan
Bagikan

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Lainnya

Berita Terkini

back to top To top