Cari berita
  • facebook
  • twitter
  • instagram
  • youtube
Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia tokotbisnis Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

Ikut Luhut Buka Bursa AS, Ini Sosok Pengusaha Dharsono Hartono

Dharsono Hartono ikut rombongan Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman Luhut Binsar Pandjaitan saat pembukaan Bursa AS.
Nuhansa Mikrefin Yoedo Putra
Nuhansa Mikrefin Yoedo Putra - Bisnis.com 22 September 2022  |  16:23 WIB
Ikut Luhut Buka Bursa AS, Ini Sosok Pengusaha Dharsono Hartono
Dharsono Hartono ikut rombongan Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman Luhut Binsar Pandjaitan saat pembukaan Bursa AS.
Bagikan

Bisnis.com, JAKARTA - Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman Luhut Binsar Pandjaitan turut membawa beberapa tokoh untuk turut serta menekan bel pembukaan perdagangan New York Stock Exchange (NYSE) atau Bursa AS tepat pada pukul 09.30 waktu New York, Rabu (21/9/2022).

Melalui unggahannya di instagram pribadi Luhut @luhut.pandjaitan tampak beberapa sosok yang ikut berdiri bersama Luhut di podium utama. Salah satunya adalah sosok Dharsono Hartono. Lantas siapa dirinya?

Dilihat dari laman LinkedIn miliknya, Dharsono sempat mengenyam pendidikan teknik industri atau Industrial Engineering di University of Iowa pada tahun 1991 hingga 1993. Ia kemudian melanjutkan pendidikannya di Cornell University dan memperoleh gelar Bachelor of Science jurusan Operation Research dan Industrial Engineering.

Tak cukup dengan gelar setara sarjana, Dharsono kemudian memperoleh gelar Master of Engineering dari Cornell University jurusan Financial Engineering pada tahun 1998..

Dharsono Hartono adalah Chief Executive Officer (CEO) PT Rimba Makmur Utama. Perusahaan tersebut bergerak di bidang pengelolaan Proyek Katingan Mentaya yang merupakan sebuah proyek REDD+ pada hutan gambut yang memiliki luas lebih dari 200.000 hektar di kawasan Kalimantang Tengah.

Proyek ini mampu menghasilkan rata-rata 7,5 juta kredit karbon bersertifikat tiga kali lipat emas per tahunnya. Angka ini setara dengan menghilangkah 2 juta mobil dari jalanan per tahunnya.

Proyek ini disebut-sebut sebagai proyek terbesar dari proyek sejenisnya. Adapun Proyek Katingan Mentaya digaungkan sebagai bukti nyata bahwa pendanaan karbon dapat memerangi perubahan iklim.

PT Rimba Makmur Utama melalui kemitraan dengan masyarakat setempat memanfaatkan pendapatan karbon untuk menyokong restorasi dan perlindungan hutan alam melalui kegiatan yang bertujuan untuk pembangunan berkelanjutan dari Persatuan Bangsa-Bangsa (PBB).

Melalui laman WRI Indonesia, Proyek Katingan Mentaya disebut sebagai proyek yang melindungi lahan gambut sebagai habitat bagi 5 spesies yang menyandang status krisis, 8 spesies terancam, dan 31 spesies rentan. Kawasan lindung tersebut dikatakan sebagai rumah bagi 5 persen sampai 10 persen populasi global orangutan, bekantan, dan owa di Kalimantan Selatan.

Sebelum menjadi CEO PT Rimba Makmur Utama, Dharsono sempat bekerja di perusahaan multinasional seperti PricewaterhouseCoopers (PwC) dan JP Morgan di New York sejak tahun 1998.

Sebagai sosok yang berpengalaman di bidang konsultan keuangan dan perbankan internasional, Dharsono menangani akuisisi merger, pengelolaan utang dan pembiayaan, serta peningkatan modal.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

Luhut Pandjaitan Dharsono Hartono wall street bursa as
Editor : Hafiyyan
Bagikan

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Lainnya

Berita Terkini

Terpopuler

Banner E-paper
back to top To top