Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Bisnis Data Center Lagi Hot, Induk BSD City (BSDE) Siap Terjun

Emiten properti induk BSD City, PT Bumi Serpong Damai Tbk. (BSDE) menyebut siap jika harus ekspansi ke bisnis data center.
Tengara BSD City di kawasan Bumi Serpong Damai. BSD City merupakan salah satu proyek yang digarap oleh PT Bumi Serpong Damai Tbk./bsdcity.com
Tengara BSD City di kawasan Bumi Serpong Damai. BSD City merupakan salah satu proyek yang digarap oleh PT Bumi Serpong Damai Tbk./bsdcity.com

Bisnis.com, JAKARTA – Emiten properti induk BSD City, PT Bumi Serpong Damai Tbk. (BSDE) menyebut siap jika harus ekspansi ke bisnis data center.

Presiden Direktur Bumi Serpong Damai Franciscus Xaverius Ridwan Darmali mengatakan bahwa bisnis data center memang sedang menjadi perhatian pelaku bisnis. Akibat besarnya potensi pasar berdasarkan platform digital di mana data center menjadi kebutuhan utamanya.

“Kami di BSD terbuka menyediakan lahan sepenuhnya kepada pihak yang memerlukan. Selain itu kita juga suka jika bisa diversifikasi, kita juga menjajaki dengan beberapa pihak untuk terlibat secara aktif dalam bisnis data center tersebut,” jelasnya, Jumat (16/9/2022).

Head of Investor Relation BSDE Christy Grassela menambahkan bahwa saat ini, dari sisi landbank BSDE memiliki sebanyak 4.650 hektare tanah di sembilan kota utama di Indonesia, dan sebesar 2.300 atau 50 persennya terdapat di BSD City.

“Kami juga sudah melakukan diversifikasi di beberapa kota seperti Surabaya ada hampir 500 Ha, di Kalimantan sekitar 300 Ha, dan ada potensi bisa ditambah 200 lagi sehingga total 500 Ha. Jadi posisi kami saat ini untuk bank tanah sudah cukup signifikan,” imbuhnya.

Berdasarkan riset Leads Property, untuk pengembangan data center setidaknya perlu lahan sebesar 10 Ha dengan legalitas terjamin, bebas banjir, dan keamanan ketat.

Dengan land bank yang ada saat ini, Sinar Mas Land telah memiliki lahan cukup besar di kawasan industri dan BSD dengan pengelolaan yang baik, sehingga cocok untuk dikembangkan sebagai pusat data.

Selain itu, Direktur BSDE Hermawan Wijaya mengatakan bahwa sejak beberapa tahun lalu BSDE tidak membagikan karena banyak pertimbangan sebelum kita memutuskan tidak membagikan dividen.

Pertama, periode beberapa tahun yang lalu, menjadi tantangan bagi perusahaan properti untuk tetap survive di kondisi pandemi dan tahun politik sebelum itu.

“Kemudian, mengenai dana yang diperlukan perusahaan untuk pertumbuhan. BSD masih memiliki izin lokasi yang cukup besar di BSD untuk kita akuisisi, tapi itu sangat terukur dan kita usahakan untuk mengakuisisi lahan di BSD City khususnya dengan harga yang sudah kita tetapkan yang kita maksimalkan growth margin-nya pada saatnya nanti,” jelas Hermawan dalam paparan pubik, Kamis (15/9/2022).

Hermawan menegaskan ketersediaan dana jadi faktor penting untuk memutuskan pembagian dividen, dan kebutuhan capex kita untuk pengembangan yang akan datang.

“Kita melihat sebelumnya, sebelum 2022 atau ke depannya tentunya ada tantangan tersendiri bagi kita menghadapi kondisi yang tidak pasti, kita akan lihat tahun ini atau tahun akan datang apa kita bisa membagikan dividen atau tidak tergantung kebutuhan capex yang ada dan melihat kondisi ekonomi dan tantangan bagi properti dan pengembang tersebut,” imbuhnya.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News dan WA Channel

Penulis : Mutiara Nabila
Editor : Pandu Gumilar
Konten Premium

Dapatkan informasi komprehensif di Bisnis.com yang diolah secara mendalam untuk menavigasi bisnis Anda. Silakan login untuk menikmati artikel Konten Premium.

Artikel Terkait

Berita Lainnya

Berita Terbaru

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

# Hot Topic

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Rekomendasi Kami

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Foto

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Scan QR Code Bisnis Indonesia e-paper