Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Bitcoin dkk Tak Gentar Digempur Sinyal Kenaikan Suku Bunga AS

Aset kripto Big Cap bergerak di zona hijau akhir pekan, Minggu (11/9/2022)
Ilustrasi aset kripto Bitcoin, Ether, dan Altcoin/Istimewa
Ilustrasi aset kripto Bitcoin, Ether, dan Altcoin/Istimewa

Bisnis.com, JAKARTA – Harga aset kripto terus mengalami kenaikan. Perspektif September menjadi bulan yang tidak baik untuk aset kripto masih bisa diuji.

Melansir CoinMarketCap pada Minggu (11/9/2022) pukul 14.30 WIB, nilai Bitcoin naik ke zona hijau, 0,67 persen dengan harga US$221.597 selama 24 jam terakhir, dan terus melonjak 9,52 persen dalam sepekan.

Altcoin lainnya, Ethereum (ETH), masih bullish naik 2,09 persen di harga US$1.761 selama 24 jam terakhir dan dalam sepekan mentereng naik 13,70 persen.

Trader Tokocrypto, Afid Sugiono, mengatakan gerak reli market yang melaju akhir pekan ini menandakan optimisme investor untuk melakukan akumulasi. Investor berusaha untuk tidak mengkhawatirkan komentar Ketua The Fed, Jerome Powell yang mengindikasikan kuat bakal menaikkan suku bunga acuannya.

"Sejauh ini market kripto masih ketularan nasib baik dari gerak gesit pasar saham AS kemarin. Maklum saja, investor selalu menggunakan laju indeks saham AS sebagai cerminan selera risiko mereka. Di samping itu, komentar Jerome Powell tampak tak dihiraukan oleh investor," kata Afid dalam keterangan resmi, dikutip Minggu (11/9/2022).

Laju harga aset kripto sempat melambat setelah Powell lagi-lagi menunjukkan sikap untuk terus mengerek suku bunga acuan demi menekan inflasi AS. Selain Powell, Presiden Fed, Chicago Chris Evans yang biasanya bersikap dovish pun mendukung kenaikan suku bunga acuan The Fed hingga 4 persen pada akhir tahun nanti.

Komentar tersebut sempat membuat investor galau dan menjauhi market kripto. Namun, kembali percaya diri setelah melihat kinerja saham AS yang berhasil masuk di zona hijau.

Di samping itu, dorongan semangat juga dirasa berasal dari masih melandainya nilai Dolar AS. Pelemahan nilai aset greenback ini akan membuat investor semangat untuk kembali melangkah ke pasar aset berisiko.

Investor kembali menunjukkan antusiasmenya terhadap pembaruan jaringan Ethereum disebut The Merge, yang dijadwalkan meluncur pada 10-15 September 2022. Buktinya, pergerakan harga ETH terbilang tidak buruk sejak Kamis (8/9/2022) lalu.

Semangat investor kripto mungkin bisa perlahan memudar yang disebabkan salah satunya oleh kebijakan Gedung Putih AS yang kemarin merilis laporan bahwa dampak lingkungan atas aktivitas penambangan aset digital, seperti Bitcoin, bakal menghambat upaya AS dalam perang melawan perubahan iklim.

Kemudian, pada 13 September nanti, akan menjadi hari ketika data indeks harga konsumen AS dirilis dan membantu investor memahami apa yang terjadi dengan tingkat inflasi ke depan.

"Dua kali pengumuman terakhir, data inflasi AS menyebabkan lonjakan besar dalam volatilitas di market kripto. Pertama kali angka yang dirilis jauh di atas ekspektasi, sementara data Juli membawa kejutan yang menyenangkan bagi investor dengan inflasi yang terkendali," jelas Afid.

Pada 10 Agustus, data inflasi membuat market melihat lonjakan volume perdagangan dan volatilitas saat Bitcoin mencapai level tertinggi US$25.000. Namun terlepas dari euforia jangka pendek, market belum dapat memasuki mode pemulihan penuh dan kembali bearish tak lama setelah itu.

Pergerakan harga Bitcoin tampak perlahan naik mendekati day-20 exponential moving average (EMA) pada level US$20.987 sebagai resistance terdekat. Sementara, Ethereum sedang menuju target kenaikan terdekat di level US$1.722 dan pembatas yang harus dilewati. Kemampuan ETH untuk breakout pada resistance tersebut menjadi penting karena untuk menarik sentimen market.

“Target utama ETH masih berada di level US$2.030 yang dan selanjutnya diharapkan tembus level US$2.194, tentu saja jika pergerakan harga ETH mampu meneruskan laju bullish-nya,” imbuh Afid.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News dan WA Channel

Penulis : Mutiara Nabila
Konten Premium

Dapatkan informasi komprehensif di Bisnis.com yang diolah secara mendalam untuk menavigasi bisnis Anda. Silakan login untuk menikmati artikel Konten Premium.

Artikel Terkait

Berita Lainnya

Berita Terbaru

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

# Hot Topic

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Rekomendasi Kami

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Foto

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Scan QR Code Bisnis Indonesia e-paper