Cari berita
  • facebook
  • twitter
  • instagram
  • youtube
Bisnis.com

Konten Premium

Bisnis Plus bisnismuda Koran Bisnis Indonesia tokotbisnis Epaper Bisnis Indonesia Konten Interaktif Bisnis Indonesia Group Bisnis Grafik bisnis tv

Emiten Koleksi Lo Kheng Hong Intiland Development DILD Buka-bukaan Soal Bunga KPR

Emiten portofolio Lo Kheng Hong Intiland Development (DILD) masih melihat dampak dari kenaikan BBM dan suku bunga BI.
Nuhansa Mikrefin Yoedo Putra
Nuhansa Mikrefin Yoedo Putra - Bisnis.com 11 September 2022  |  18:24 WIB
Emiten Koleksi Lo Kheng Hong Intiland Development DILD Buka-bukaan Soal Bunga KPR
Karyawan melintas di dekat logo Bank Indonesia di Jakarta, Senin (3/2 - 2020).
Bagikan

Bisnis.com, JAKARTA — Emiten properti koleksi Lo Kheng Hong, PT Intiland Development Tbk. (DILD), menyebut harga bunga untuk Kredit Pemilikan Rumah (KPR) akan stabil meski ada kenaikan harga bahan bakar minyak (BBM) subsidi dan kenaikan suku bunga dari Bank Indonesia (BI). 

Direktur Intiland Development Archied Noto Pradono mengatakan untuk bunga KPR diharapkan dapat diserap oleh bank dan dipaketkan oleh DILD. Archied juga menyebut pihaknya masih akan melihat dampak dari kenaikan BBM dan suku bunga BI.

"Kami masih lihat bagaimana dampaknya, mestinya sesaat, target masih sama namun kami lagi evaluasi," ujar Archied kepada Bisnis.com dikutip pada Minggu (11/9/2022).

Terkait dengan target marketing sales, Archied menyebut target maksimal naik 1 persen dari yang sudah ditetapkan hingga akhir tahun. Adapun, Intiland memasang target prapenjualan sebesar Rp2,4 triliun untuk tahun 2022.

Sampai dengan semester I/2022, marketing sales baru tercapai 33 persen atau Rp803 miliar. Pencapaian tersebut meningkat 75 persen dibandingkan dengan perolehan marketing sales tahun 2021 sebesar Rp937 miliar. 

DILD pada tahun lalu sukses memasarkan dua pengembangan proyek baru yakni Amesta Living di Surabaya dan DUO Talaga Bestari di Tangerang. Dari empat segmen pengembangan yang dimiliki perseroan, kawasan perumahan mampu memberikan kontribusi marketing sales terbesar.

Pada 2021, segmen ini membukukan hasil penjualan Rp922 miliar atau 56 persen dari keseluruhan. Perolehan itu melonjak sebesar 45 persen dibandingkan dengan perolehan marketing sales Rp638 miliar pada 2020.

Kontributor marketing sales berikutnya bersumber dari pengembangan segmen mixed-use dan high rise sebesar Rp390 miliar atau 24 persen dari keseluruhan. Hasil penjualan segmen ini juga melejit 159 persen dibandingkan dengan 2021 yang tercatat sebesar Rp151 miliar.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

lo kheng hong intiland intiland development properti Suku Bunga Harga BBM
Editor : M. Nurhadi Pratomo
Bagikan

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Lainnya

Berita Terkini

back to top To top