Cari berita
  • facebook
  • twitter
  • instagram
  • youtube
Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia tokotbisnis Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

IHSG Lesu Tertekan Saham Bank, Saham Tambang Malah Meriah

IHSG berada di posisi 7.134 atau melemah 0,36 persen pada akhir sesi I.
Nuhansa Mikrefin Yoedo Putra
Nuhansa Mikrefin Yoedo Putra - Bisnis.com 12 Agustus 2022  |  12:07 WIB
IHSG Lesu Tertekan Saham Bank, Saham Tambang Malah Meriah
Karyawan melihat pergerakan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) di Bursa Efek Indonesia, Jakarta, Rabu (10/8/2022). ANTARA FOTO - Muhammad Adimaja
Bagikan

Bisnis.com, JAKARTA - Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) terpantau melemah pada penutupan sesi pertama perdagangan hari ini, Jumat (12/8/2022).

Berdasarkan data RTI pada pukul 11.38, IHSG berada di posisi 7.134 atau melemah 0,36 persen. Tercatat, 259 saham menguat, 214 melemah, dan 202 saham bergerak ditempat. Kapitalisasi pasar terpantau pada posisi Rp9.364,66 triliun.

Sektor sumber daya terpantau ramai-ramai mengalami kenaikan. PT Perusahaan Gas Negara Tbk (PGAS) menjadi saham dengan kenaikan terbesar pada sektor sumber daya dengan menguat 1,86 persen ke Rp1.645.

PGAS disusul oleh PT Adaro Energy Indonesia Tbk (ADRO) yang menguat 1,59 persen ke Rp3.200. Saham lainnya yang terpantau menguat adalah PT Indo Tambangraya Megah Tbk (ITMG) yang naik 1 persen ke Rp37.975, PT Vale Indonesia Tbk (INCO) yang naik 0,36 persen ke Rp6.950.

Sektor perbankan terpantau ramai-ramai melemah pada sesi pertama. PT Bank Central Asia Tbk (BBCA) turun 0,94 persen ke Rp7.875, PT Bank Mandiri (Persero) Tbk (BMRI) turun 0,59 persen ke Rp8.475, PT Bank Negara Indonesia Tbk (BBNI) turun 0.59 persen ke Rp8.475, dan PT Bank Rakyat Indonesia Tbk (BBRI) terpantau melemah 0,23 persen turun ke Rp4.340.

Direktur MNC Asset Management Edwin Sebayang sebelumnya mengatakan IHSG masih berpeluang melanjutkan kenaikan hari ini. Tren penguatan IHSG didorong kombinasi penguatan lanjutan Indeks DJIA sebesar 0,08 persen menyusul turunnya data PPI AS di bulan Juli disertai penguatan EIDO sebesar 0,42 persen.

Selain itu, naiknya harga beberapa komoditas seperti minyak 2 70 persen, CPO 3,03 persen, nikel 5,64 persen dan timah 0,47 persen berpotensi mendorong IHSG.

Hal tersebut, ditambah lagi dengan berlanjutnya penguatan nilai tukar rupiah terhadap dolar AS yang saat ini berada dilevel Rp14.700-an dan berlanjutnya penurunan yield Obligasi Indonesia tenor 10 tahun mendekati level 7 persen

Edwin memperkirakan hari ini IHSG bisa bergerak di kisaran 7.130 - 7.185. Sedangkan, rupiah bisa bergerak di kisaran Rp14.740 - Rp14.800 per dolar AS.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

IHSG Indeks BEI perbankan emiten tambang
Editor : Hafiyyan
Bagikan

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Lainnya

Berita Terkini

back to top To top