Cari berita
  • facebook
  • twitter
  • instagram
  • youtube
Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia tokotbisnis Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

Momentum Koreksi Dolar AS Berlanjut, Pasar Kripto Menguat

Mengutip data CoinMarketCap, Rabu (3/8/2022), harga Bitcoin (BTC) terpantau naik 0,42 persen ke level US$23.309,62.
Lorenzo Anugrah Mahardhika
Lorenzo Anugrah Mahardhika - Bisnis.com 08 Agustus 2022  |  11:00 WIB
Momentum Koreksi Dolar AS Berlanjut, Pasar Kripto Menguat
Ilustrasi Bitcoin. Reuters
Bagikan

Bisnis.com, JAKARTA – Pergerakan harga bitcoin dan aset kripto dinilai masih sideways meski cenderung menguat pada awal pekan ini.

Mengutip data CoinMarketCap, Rabu (3/8/2022), harga Bitcoin (BTC) terpantau naik 0,42 persen ke level US$23.309,62. Sementara itu, harga sejumlah altcoin terpantau ikut naik, yakni Ethereum (ETH) reli 0,57 persen menjadi US$1.711,89, solana (SOL) naik 1,28 di level US$41,40, dan Cardano (ADA) juga menguat 0,74 persen ke posisi US$0,5298.

Trader Tokocrypto, Nathan Alexander menjelaskan penguatan pasar kripto pagi ini sejatinya masih memanfaatkan momentum pelemahan indeks dolar AS sejak akhir pekan lalu. Selera investor untuk masuk ke market meningkat jika dolar AS terlihat tidak menguntungkan.

Dia melanjutkan, dampak positif juga berasal dari rilis data ketenagakerjaan AS yang disambut baik, karena tingkat pengangguran adalah 3,5 persen di bawah perkiraan yang bakal semakin meningkat. Data ini jauh lebih baik dari yang diharapkan sebagai tanda kekuatan untuk pasar kerja.

“Alhasil juga meningkatkan selera investor kripto untuk akumulasi,” kata Nathan dikutip dari keterangan resminya, Senin (8/8/2022).

Nathan melanjutkan, secara keseluruhan pasar kripto masih dalam fase sideways atau datar. Pergerakan aset kripto yang tak beraturan menandakan tengah berada di fase sideways.

Pangkal kegalauan pasar kripto kali ini didorong situasi makroekonomi dan kabar negatif terkait peretasan yang banyak muncul akhir-akhir ini, seperti di jaringan Solana dan Nomad. Data ketenagakerjaan AS juga masih berpotensi menekan laju market kripto.

“Data menunjukan beban gaji perusahaan di AS semakin meningkat dan bisa membuat inflasi terus meningkat. Jika ini terjadi, The Fed bisa saja kembali meneruskan pengetatan kebijakan moneternya dengan agresif. Namun, di saat bersamaan, investor juga merasa data tersebut bisa menjadi indikasi bahwa ekonomi AS bisa terhindar dari resesi ekonomi di kuartal ini,” jelas Nathan.

Dari segi analisis teknikal, investor telah melakukan price actions setelah nilai BTC sukses bertahan di atas level psikologis US$23.000. BTC akhirnya berhasil rebound menandakan bahwa pergerakannya terbilang positif untuk sementara.

Namun, penguatan harga tersebut ternyata tidak diiringi dengan aksi akumulasi yang masif dan volume perdagangan yang tinggi.

Nathan menuturkan, level resistance BTC sekarang berada di US$24.700. Jika BTC berhasil menembus level tersebut dengan volume meyakinkan, maka potensi melanjutkan penguatan sampai ke level US$25.960.

“Tetapi kalau gagal, bisa turun ke level US$22.530 hingga US$21.840,” tambahnya.

Sementara itu, pekan ini menjadi momen penting bagi Ethereum karena akan ada penggabungan testnet ketiga dan terakhir, yang disebut Goerli. Penggabungan ini diharapkan terjadi pada 10 - 12 Agustus mendatang, dan dapat menggerakan harga ETH, Ethereum Classic (ETC) dan market kripto secara keseluruhan.

“Apabila pergerakan harga ETH berhasil pullback, maka supply area pada level US$ 1.739-US$ 1.916 masih menjadi target utama dalam kenaikan harga ETH selanjutnya,” pungkas Nathan.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

mata uang kripto bitcoin Ethereum aset kripto
Editor : Hadijah Alaydrus
Bagikan

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Lainnya

Berita Terkini

back to top To top