Cari berita
  • facebook
  • twitter
  • instagram
  • youtube
Bisnis.com

Konten Premium

Epaper Bisnis Indonesia tokotbisnis Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

Saham Pilihan saat Inflasi Tinggi: Ada BBCA, BMRI, MAPI & PWON

BBCA tercatat tengah memperkuat infrastruktur perkreditan, sedangkan BMRI dinilai memiliki aspek fundamental yang cukup solid.
Dewi Fadhilah Soemanagara
Dewi Fadhilah Soemanagara - Bisnis.com 19 Juli 2022  |  19:17 WIB
Saham Pilihan saat Inflasi Tinggi: Ada BBCA, BMRI, MAPI & PWON
Karyawan melintas di depan layar pergerakan indeks harga saham gabungan (IHSG) di Bursa Efek Indonesia (BEI), Jakarta, Selasa (5/7/2022). Bisnis - Fanny Kusumawardhani
Bagikan

Bisnis.com, JAKARTA — Tingkat inflasi di Indonesia yang mencapai 4,35 persen secara tahunan pada 2022, tetap membuka peluang cuan bagi investor yang ingin mencermati sejumlah saham.

Saham-saham tersebut berasal dari sektor perbankan, ritel, maupun properti, antaralain PT Bank Central Asia Tbk. (BBCA), PT Bank Mandiri (Persero) Tbk. (BMRI), PT Mitra Adiperkasa Tbk. (MAPI), dan PT Pakuwon Jati Tbk. (PWON).

Branch Manager CGS-CIMB Sekuritas Indonesia Edi Widiantoro menjelaskan, saham-saham tersebut memiliki daya tahan cukup kuat terhadap situasi yang ada saat ini.

“Saham pilihan dengan kondisi saat ini, ada BBCA dan BMRI yang secara historis relatif tahan terhadap perubahan situasi, lalu ada saham terkait reopening market seperti MAPI dan PWON,” ujarnya dalam acara virtual, dikutip Selasa (19/7/2022).

BBCA tercatat tengah memperkuat infrastruktur perkreditan, sedangkan BMRI dinilai memiliki aspek fundamental yang cukup solid. Keduanya termasuk saham dengan kapitalisasi pasar terbesar di bursa, atau big cap.

Sebagai informasi, sektor perbankan saat ini dinilai memiliki modal cukup tinggi, serta rasio pembayaran dividen yang mencerminkan posisi permodalan yang kuat.

Analis Mirae Asset Sekuritas Handiman Soetoyo dalam risetnya menegaskan sektor perbankan overweight di tengah situasi perekonomian dalam negeri.

“Kami percaya peningkatan profitabilitas bank akan terus berlanjut meskipun ada beberapa tantangan dalam perekonomian domestik,” ujarnya.

Di sektor ritel, MAPI yang berencana membuka 200 gerai baru cukup optimistis dapat meningkatkan kinerja, mengingat daya beli masyarakat yang mulai pulih setelah pelonggaran PPKM.

Pendapatan MAPI mencatatkan pertumbuhan sebesar 30,6 persen secara tahunan mencapai Rp5,6 triliun pada kuartal I/2022.

Sementara itu di sektor properti, PWON memiliki arus kas yang bersih dan recurring income yang memberikan kontribusi lebih dari 50 persen keseluruhan pendapatan.

“Hal ini dapat memperkuat margin perseroan ke depan,” ujar JP Morgan dalam riset yang dikutip belum lama ini.

PWON menjadi salah satu emiten properti yang cukup tangguh di tengah kewaspadaan investor terhadap kenaikan harga bahan baku.

Disclaimer: Berita ini tidak bertujuan mengajak membeli atau menjual saham. Keputusan investasi sepenuhnya ada di tangan pembaca. Bisnis.com tidak bertanggung jawab terhadap segala kerugian maupun keuntungan yang timbul dari keputusan investasi pembaca.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

Inflasi rekomendasi saham bank central asia bank mandiri pakuwon jati
Editor : Farid Firdaus
Bagikan

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Lainnya

Berita Terkini

back to top To top