Cari berita
  • facebook
  • twitter
  • instagram
  • youtube
Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

Entitas Dharma Satya (DSNG) Ekspor 10.500 Ton Cangkang Kelapa Sawit ke Jepang

Perusahaan patungan antara PT Dharma Satya Nusantara Tbk (DSNG) dengan eREX Singapore Pte Ltd, PT Dharma Sumber Energi (DSE), pada hari ini melakukan ekspor perdana sebanyak 10.500 ton cangkang kelapa sawit (Palm Kernel Shell) ke Jepang.
Lorenzo Anugrah Mahardhika
Lorenzo Anugrah Mahardhika - Bisnis.com 28 Juni 2022  |  12:43 WIB
Entitas Dharma Satya (DSNG) Ekspor 10.500 Ton Cangkang Kelapa Sawit ke Jepang
Hamparan perkebunan PT Dharma Satya Nusantara Tbk. Istimewa
Bagikan

Bisnis.com, JAKARTA - Perusahaan patungan antara PT Dharma Satya Nusantara Tbk (DSNG) dengan eREX Singapore Pte Ltd, PT Dharma Sumber Energi (DSE), pada hari ini melakukan ekspor perdana sebanyak 10.500 ton cangkang kelapa sawit (Palm Kernel Shell) ke Jepang.

Dikutip dari keterangan resmi perusahaan pada Selasa (28/6/2022), ekspor perdana tersebut merupakan tindak lanjut dari perjanjian kerja sama antara DSE dengan eREX Singapore PTE Ltd, yang telah ditandatangani pada September 2020 lalu di Jakarta, untuk memasok cangkang kelapa sawit ke Jepang.

Direktur Utama DSE, Efendi Sulisetyo mengatakan, cangkang kelapa sawit tersebut akan digunakan sebagai bahan baku pembangkit listrik tenaga biomasa di Jepang. eREX Singapore PTE Ltd merupakan anak perusahaan dari eREX Co. Ltd, sebuah perusahaan publik terbesar dalam pengembangan pembangkit listrik tenaga biomasa di Jepang.

Ia melanjutkan, kerja sama dengan DSE merupakan kerja sama jangka panjang selama 15 tahun dengan volume mencapai 70.000 ton cangkang per tahun.

“Sampai akhir tahun 2022, DSE akan memasok sekitar 21.000 ton cangkang kelapa sawit yang akan dikapalkan secara bertahap dari Kalimantan Timur,” jelas Efendi dikutip dari keterangan resmi.

Cangkang kelapa sawit tersebut berasal dari pabrik milik DSNG di Muara Wahau, Kalimantan Timur, yang sudah tersertifikasi RSPO. Selain itu, DSE juga sudah menyelesaikan audit sertifikasi Green Gold Label, yang merupakan sertifikasi internasional untuk biomasa berkelanjutan, dan telah disetujui oleh Kementerian Ekonomi, Perdagangan dan Industri di Jepang.

Dengan demikian, cangkang sawit tersebut merupaka produk yang sudah memenuhi aspek sustainability yang dipersyaratkan pemerintah Jepang untuk produk pembangkit listrik tenaga biomas.

“Kontrak jangka panjang dengan eREX ini membuka peluang kami untuk mengekspor cangkang ke Jepang sebagai bahan baku biomas bagi pembangkit listrik berbasis biomas milik eREX tersebut,” kata Efendi.

Kerja sama dengan eREX tersebut, menurut Efendi juga merupakan langkah strategis bagi DSNG, sebagai induk perusahaan DSE, dalam menerapkan kebijakan keberlanjutan (sustainability), yakni dengan memanfaatkan limbah yang dihasilkan dari proses produksi CPO menjadi produk yang bernilai ekonomis dan sesuai dengan prinsip-prinsip Environment, Social and Governance (ESG).

Sementara itu, perwakilan dari eREX Jepang Hiroaki Goto, mengatakan pengalaman perdana ini merupakan pencapaian penting bagi DSE maupun eREX. Selama ini, cangkang kelapa sawit yang ekspor ke Jepang sebagian besar berasal dari pabrik kelapa sawit yang ada di wilayah Sumatera.

“Di masa mendatang, Kalimantan Timur akan memainkan peran yang lebih besar sebagai pemasok cangkang kelapa sawit. Oleh karena itu, wilayah ini akan menjadi sumber pasok kami selanjutnya untuk ekspansi,” katanya.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

jepang ekspor kelapa sawit dharma satya nusantara
Editor : Pandu Gumilar
Bagikan

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini

Terpopuler

Banner E-paper
back to top To top