Cari berita
  • facebook
  • twitter
  • instagram
  • youtube
Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

IHSG Lesu Sesi I, Tertekan Saham BBCA, BBRI, GOTO

IHSG melemah pada sesi I seiring dengan aksi jual terhadap saham big cap BBCA, BBRI, GOTO.
Lorenzo Anugrah Mahardhika
Lorenzo Anugrah Mahardhika - Bisnis.com 27 Juni 2022  |  12:19 WIB
IHSG Lesu Sesi I, Tertekan Saham BBCA, BBRI, GOTO
Karyawan berada di dekat layar pergerakan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) di Bursa Efek Indonesia (BEI), Jakarta, Kamis (24/6/2021). Bisnis - Himawan L Nugraha
Bagikan

Bisnis.com, JAKARTA - Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) melemah pada sesi I perdagangan Senin (27/6/2022), hari pertama implementasi penutupan kode domisili investor. Sejumlah saham big cap seperti BBCA, BBRI, GOTO cenderung turun.

IHSG dibuka naik pada posisi 7.052,72. Namun, laju IHSG kemudian cenderung tertekan dan ditutup melemah 0,83 persen atau 58,66 poin menjadi 6.984,28 pada akhir sesi I. Sepanjang sesi, IHSG sempat mencatatkan posisi tertinggi pada 7.070,52, dan level terendah 6.977,35.

Tercatat, 233 saham menguat, 256 saham melemah, dan 178 saham bergerak ditempat. Kapitalisasi pasar terpantau pada posisi Rp9.139,62 triliun dengan nilai transaksi Rp6,72 triliun.

Tiga saham dengan market cap terbesar BBCA, BBRI, GOTO kompak melemah sehingga menekan IHSG. Saham BBCA turun 1,34 persen ke Rp7.375, saham BBRI turun 1,38 persen ke Rp4.280, dan saham GOTO turun 1,02 persen ke Rp388.

Direktur MNC Asset Management Edwin Sebayang mencatat IHSG telah menguat 1,53 persen pada pekan lalu sehingga kenaikan sepanjang tahun atau year to date (ytd) mencapai 7,01 persen, terlepas dari aksi jual asing yang menyentuh Rp4,2 triliun pekan lalu.

Meski demikian, kombinasi penguatan indeks Dow Jones sebesar 2,7 persen dan EIDO sebesar 0,8 persen bisa mendorong penguatan IHSG hari ini. Selain itu, harga minyak mentah WTI juga naik 2,7 persen dan yield obligasi Indonesia tenor 10 kembali turun ke level 7,49 persen.

“IHSG berpeluang melanjutkan penguatannya seiring kombinasi naiknya Indeks DJIA, menguatnya EIDO, dan naiknya harga WTI Crude Oil sebesar 2,7 persen di tengah kembali turunnya yield obligasi Indonesia tenor 10 tahun di bawah level 7,29 persen,” kata Edwin dalam risetnya.

Meski demikian, Edwin memperingatkan soal potensi terjadinya aksi ambil untung atas saham berbasis komoditas di tengah turunnya harga. Nikel tercatat turun tajam 7,85 persen, timah turun di hari kedua sebesar 7,11 persen, batu bara turun 2,55 persen, dan CPO turun 1,33 persen.

Edwin memperkirakan hari ini IHSG bergerak di kisaran 6.967–7.106, sementara rupiah diprediksi bergerak di rentang Rp14.810—Rp14.870 terhadap dolar AS.

Sementara itu, BEI mulai mengimplementasikan penutupan kode domisili investor asing dan domestik secara real time mulai perdagangan hari ini.

Sekretaris Perusahaan Bursa Efek Indonesia Yulianto Aji Sadono mengatakan, selaku penyelenggara perdagangan saham di pasar modal Indonesia, BEI selalu mengedepankan perdagangan efek yang teratur, wajar, dan efisien.

“Salah satu upaya Bursa untuk menciptakan hal tersebut, Bursa mengimplementasikan penutupan kode broker pada data transaksi yang dikirim secara real time kepada pelaku pasar mulai 6 Desember 2021,” katanya dalam keterangan pers, dikutip Jumat (24/6/2022).

Dengan diimplementasikannya penutupan kode domisili investor ini maka pelaku pasar dan investor tidak dapat melihat kode domisili foreign atau domestic secara real time melalui layar aplikasi on-line trading.

Data dan informasi terkait transaksi investor domestik dan asing tetap dapat diakses pada akhir hari perdagangan melalui Data end of day (EoD) transaksi Bursa; Data olahan dari perusahaan sekuritas; Summary investor type pada Website BEI; Data Statistik pada Website BEI; dan Daily trading information.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

IHSG bursa efek indonesia Indeks BEI bca bri Goto
Editor : Hafiyyan
Bagikan

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini

back to top To top