Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

BI Tahan Suku Bunga Acuan, IHSG Langsung Naik Tembus 7.000

IHSG berbalik naik setelah pengumuman BI soal suku bunga acuan BI7DDR yang melepaskan kekhawatiran pelaku pasar.
Maria Elena
Maria Elena - Bisnis.com 23 Juni 2022  |  14:34 WIB
Pengunjung beraktivitas di depan papan elektronik yang menampilkan pergerakan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) di Bursa Efek Indonesia, Jakarta. IHSG berbalik naik setelah pengumuman BI soal suku bunga acuan BI7DDR yang melepaskan kekhawatiran pelaku pasar. Bisnis - Eusebio Chrysnamurti
Pengunjung beraktivitas di depan papan elektronik yang menampilkan pergerakan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) di Bursa Efek Indonesia, Jakarta. IHSG berbalik naik setelah pengumuman BI soal suku bunga acuan BI7DDR yang melepaskan kekhawatiran pelaku pasar. Bisnis - Eusebio Chrysnamurti

Bisnis.com, JAKARTA - Indeks harga saham gabungan (IHSG) berbalik menguat menembus level 7.000 setelah Bank Indonesia (BI) memutuskan menahan suku bunga acuan pada Kamis (23/6/2022).

Pukul 14.30 WIB, IHSG langsung naik 0,23 persen atau 16,15 poin menjadi 7.000,46. Padahal, IHSG sebelumnya cenderung melemah, dengan level terendah hari ini 6.920,73.

IHSG berbalik naik setelah pengumuman BI soal suku bunga yang melepaskan kekhawatiran pelaku pasar.

Rapat Dewan Gubernur (RDG) Bank Indonesia pada 22-23 Juni 2022 memutuskan untuk mempertahankan BI 7-Day Reverse Repo Rate (BI7DRR) sebesar 3,50 persen.

Sejalan dengan keputusan ini, Bank Indonesia (BI) menetapkan suku bunga Deposit Facility sebesar 2,75 persen, dan suku bunga Lending Facility sebesar 4,25 persen.

"Untuk mempertahankan BI 7-Day Reverse Repo Rate (BI7DRR) tetap 3,50 persen," kata Gubernur BI Perry Warjiyo dalam Pengumuman Hasil Rapat Dewan Gubernur Bank Indonesia periode Juni 2022, Kamis (23/6/2022).

Menurut Perry, keputusan ini sejalan dengan perlunya pengendalian inflasi dan menjaga stabilisasi nilai tukar rupiah.

Keputusan BI juga mendukung pertumbuhan ekonomi Indonesia di tengah naiknya tekanan eksternal terkait risiko stagflasi di berbagai negara.

Sebelumnya, CEO Yugen Bertumbuh Sekuritas William Surya Wijaya menyebutkan pola gerak IHSG saat ini dibayangi oleh beberapa faktor yakni sentimen penetapan suku bunga acuan dalam rapat dewan gubernur Bank Indonesia, volatilitas pasar global dan regional, serta volatilitas harga komoditas.

“Di sisi lain penopang pergerakan IHSG masih berasal dari kondisi kestabilan perekonomian dalam negeri dan mulai berputarnya roda perekonomian dalam negeri. IHSG berpotensi tertekan besok,” kata William dalam riset hariannya, Rabu (22/6/2022).

William memperkirakan IHSG akan bergerak di rentang 6.888–7.074 pada perdagangan hari ini.

Analis OCBC Sekuritas Hendy Andrean menyebutkan IHSG juga dipengaruhi pergerakan saham global. Setelah sempat menguat, saham-saham di Amerika Serikat juga langsung anjlok dalam semalam.

Indeks Dow Jones Industrial Average turun 47,12 points, atau 0,15 persen ke 30.483,13. Selanjutnya, S&P 500 tergelincir 0,13 persen ke 3.759,89, dan indeks komposit Nasdaq Composite turun 0,15 persen ke 11.053,08.

"Hal ini karena sebelumnya, Kepala The Fed Jerome Powell mengatakan pada Kongres bahwa bank sentral sangat berkomitmen untuk menurunkan inflasi, yang mencapai level tertinggi 40 tahun di AS," ungkap Hendy dalam riset harian, Kamis (23/6/2022).

Untuk perdagangan hari ini, OCBC Sekuritas memperkirakan IHSG dapat bergerak bearish dengan resistance di 7.079 dan support di 6.855.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

IHSG Bank Indonesia Indeks BEI Suku Bunga suku bunga acuan
Editor : Hafiyyan

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

To top