Cari berita
  • facebook
  • twitter
  • instagram
  • youtube
Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia tokotbisnis Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

Crypto Crash! Bitcoin dan Ethereum Ambruk Terguncang Inflasi AS

Bitcoin dan Ethereum melanjutkan pelemahan yang lebih luas setelah data inflasi Amerika Serikat (AS) menunjukkan level tertinggi baru dalam 40 tahun.
Farid Firdaus
Farid Firdaus - Bisnis.com 13 Juni 2022  |  06:02 WIB
Crypto Crash! Bitcoin dan Ethereum Ambruk Terguncang Inflasi AS
Ilustrasi Mata Uang Kripto Bitcoin - Antara
Bagikan

Bisnis.com, JAKARTA – Pasar kripto anjlok melanjutkan pelemahan yang lebih luas setelah data inflasi Amerika Serikat (AS) menunjukkan level tertinggi baru dalam 40 tahun.

Berdasarkan data Coinmarketcap, Senin (13/6/2022) pada 5.40 WIB, harga Bitcoin melemah 5,10 persen dalam 24 jam terakhir sehingga membuat BTC parkir di level US$27.192,85.

Sementara itu, Ethereum juga anjlok 5,20 persen ke US$1.467,17. Adapun BTC dan ETH masing-masing telah turun 9,20 persen dan 18,96 persen dalam 7 hari ini terakhir.

Mengutip Bloomberg, sebelumnya hampir semua token teratas turun pada Minggu (12/6/2022) waktu setempat. Ether turun sebanyak 6,4 persen menjadi US$1.424,40, level terendah sejak Maret 2021, sementara Bitcoin turun ke level US$26.876,51, terendah sejak 12 Mei 2022.  

Data inflasi AS yang dirilis Jumat (10/6/2022) melampaui ekspektasi, mematahkan harapan bahwa kenaikan harga mungkin telah mencapai puncaknya. Pasar saham merosot sementara imbal hasil obligasi pemerintah AS tenor dua tahun naik ke level tertinggi sejak 2008.

Bitcoin dan cryptocurrency lainnya telah menderita dalam beberapa bulan terakhir karena Federal Reserve menaikkan suku bunga dan pembuat kebijakan global meningkatkan upaya untuk memerangi kenaikan harga, belum lagi aset berisiko seperti saham teknologi ikut anjlok.

“Data inflasi membantu memicu downward dan sangat mungkin kita melihat penurunan ini berlanjut ke minggu depan terutama dengan pertemuan FOMC yang akan datang,” kata Vijay Ayyar, wakil presiden pengembangan perusahaan dan internasional di platform kripto Luno.

Ayyar menyatakan jika melihat pasar bearish sebelumnya, Bitcoin telah turun sekitar 80 persen-plus secara normal, dengan altcoin biasanya melakukan 90 persen-plus.

“Jika itu tetap terjadi, kita bisa melihat harga Bitcoin yang jauh lebih rendah selama satu atau dua bulan ke depan,” jelasnya.

Beberapa analis mengatakan bahwa jika Bitcoin turun hingga ke bawah level atas US$20.000, maka kemungkinan harganya turun dengan cepat, dengan level seperti rata-rata pergerakan 200 minggu terakhir mendekati US$22.000 dan atau bahkan ke level 2017 di US$19.511.

Menurut data Coinglass, total likuidasi kripto jangka panjang berada di atas US$100 juta untuk hari ketiga berturut-turut pada Minggu, setelah US$258 juta pada Jumat dan US$290 juta pada Sabtu. Indeks MVIS CryptoCompare Digital Assets 100, ukuran kapitalisasi pasar yang melacak kinerja 100 token terbesar, turun ke level terendah sejak Januari 2021.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

bitcoin cryptocurrency Ethereum aset kripto

Sumber : Bloomberg

Editor : Farid Firdaus
Bagikan

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Lainnya

Berita Terkini

back to top To top