Cari berita
  • facebook
  • twitter
  • instagram
  • youtube
Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

Apa Itu Pump and Dump di Aset Kripto? Hati-Hati Terra Luna Jilid Dua

Fluktuasi ekstrim Terra Luna dalam dua hari terakhir mirip dengan praktik pump and dump. Apa itu?
Rinaldi Mohammad Azka
Rinaldi Mohammad Azka - Bisnis.com 16 Mei 2022  |  10:19 WIB
Apa Itu Pump and Dump di Aset Kripto? Hati-Hati Terra Luna Jilid Dua
Tangkapan layan harga token Terra Luna di situs Coinbase pada Jumat, 8 April 2022. Harga aset ini anjlok hingga 99,98 persen hingga menyentuh 0.00003618 pada Jumat (13/5/2022). - Bloomberg
Bagikan

Bisnis.com, JAKARTA - Setiap bentuk investasi terdapat transaksi merugikan yang membuat pasar tidak stabil, begitu pula dengan investasi cryptocurrency atau aset kripto. Hal ini mesti diwaspadai oleh para investor.

Ambil saja contoh anjloknya harga koin Terra LUNA beberapa hari lalu. Mengutip coinmarketcap.com, Senin (16/5/2022), harga koin LUNA sempat mencapai puncaknya pada 4 April 2022, US$116,41 per koin. Namun, pada Senin (16/5/2022) harga anjlok 99,99 persen menjadi hanya US$0,00025.

Dalam waktu dua hari terakhir, LUNA pun mengalami fluktuasi yang ekstrim, sempat anjlok hingga level terendah sepanjang masa di US$0,00001675, namun pada satu waktu melejit hingga US$0,000675 sesaat sebelum kembali anjlok.

Trader Tokocrypto Afid Sugiono mengatakan penurunan harga LUNA ini sangat terpengaruh oleh faktor peg atau berkurangnya nilai dari stablecoin asli jaringan Terra, UST. Stablecoin UST sempat turun ke level US$0,22 pada perdagangan Jumat (13/5/2022) yang merupakan terendah sepanjang masa.

Terkait keamanan berinvestasi, Afid menjelaskan, mekanisme stablecoin algoritmik memiliki kelemahan sebagai penopang sebagian besar nilai UST. Hal inilah yang menjadikan harga LUNA sangat terpengaruh oleh penurunan UST yang sangat dramatis.

Lebih lanjut, Afid menjelaskan CEO TerraLabs, Do Kwon pun mengakui bahwa model stablecoin tersebut hadir dengan beberapa pengorbanan. Faktanya, memang koin sangat terdesentralisasi. Namun, dibandingkan dengan koin seperti Tether, LUNA menghadapi beberapa masalah stabilitas harga, terutama jika sistemnya berada di bawah tekanan.

"Jika terlalu banyak orang yang mencoba menebus UST sekaligus, 'death spiral' hipotetis dapat terjadi dengan token LUNA yang dipasangkan dengannya. Nilai LUNA akan mulai runtuh karena lebih banyak token dicetak untuk memenuhi permintaan pengguna," jelas Afid.

Analis Bloomberg menilai sulitnya melacak penurunan stablecoin akibat banyak yang dihapus. Peristiwa serupa sempat terjadi pada 2018 saat VelocityShares Daily Inverse VIX Short-Term ETN (XIV) dilikuidasi setelah ambles 93 persen dalam satu sesi, yang akhirnya turut meruntuhkan pasar.

TerraUSD (UST) pada dasarnya dirancang untuk mempertahankan acuan setara terhadap dolar melalui sistem algoritma yang dapat ditukar dengan Luna dan sebaliknya, demi menjaga agar nilainya tetap stabil.

Ketika Terra akhirnya jatuh beberapa hari terakhir, banyak investor yang memborong Luna untuk mengembalikan harga stablecoin ke posisi US$1. Luna pun kian terpuruk.  

Mengutip data dari riset Messari, total pasokan LUNA yang beredar melonjak jadi 1,46 miliar token, dari sebanyak 377 juta token hari sebelumnya.

Terlepas dari kisah buruk Terra Luna ini, beberapa tahun lalu dua analis asal Inggris (Jiahua Xu dan Benjamin Livshits) sempat melakukan analisa tentang praktik pump and dump dalam mata uang kripto.  Praktik ini juga disinyalir terjadi saat Luna mengalami fluktuasi ekstrim dalam dua hari terakhir.

Lalu, apa itu pump and dump, cara kerja, dan bagaimana aktivitas ini mempengaruhi pasar mata uang kripto?

Halaman:
  1. 1
  2. 2
  3. 3

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

cryptocurrency aset kripto Kripto Terra LUNA
Editor : Aprianto Cahyo Nugroho
Bagikan

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Lainnya

Berita Terkini

back to top To top