Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

Pendapatan Nusantara Infrastructure (META) Tumbuh 25,4 Persen, Berkat Jalan Tol

Pendapatan Nusantara Infrastructre (META) pada 2021 tumbuh 25,4 persen menjadi Rp675,1 miliar. Jumlah ini meningkat dibandingkan tahun sebelumnya sebesar Rp538,4 miliar.
Dewi Fadhilah Soemanagara
Dewi Fadhilah Soemanagara - Bisnis.com 12 Mei 2022  |  13:09 WIB
Pembangkit Listrik Tenaga Air Lau Gunung, Kabupaten Dairi, Sumatra Utara. Pembangkit ini dikelola oleh PT Inpola Meka Energi, anak usaha PT Nusantara Infrastructure Tbk. - meta
Pembangkit Listrik Tenaga Air Lau Gunung, Kabupaten Dairi, Sumatra Utara. Pembangkit ini dikelola oleh PT Inpola Meka Energi, anak usaha PT Nusantara Infrastructure Tbk. - meta

Bisnis.com, JAKARTA – Emiten investasi dan konstruksi PT Nusantara Infrastructure Tbk. (META) mencatatkan pertumbuhan pendapatan tahunan (yoy) pada akhir 2021 sebesar 25,4 persen yang sebagian besar ditopang sektor jalan tol.

Mengutip laporan keuangan perseroan, pendapatan META pada 2021 tumbuh 25,4 persen menjadi Rp675,1 miliar. Jumlah ini meningkat dibandingkan tahun sebelumnya sebesar Rp538,4 miliar.

Peningkatan pendapatan META berasal dari kontribusi sektor jalan tol yang bertumbuh 33,8 persen menjadi Rp439,3 miliar, disusul sektor energi terbarukan yang naik 26,9 persen menjadi Rp155,6 miliar.

Direktur Utama Nusantara Infrastructure Ramdani Basri menjelaskan, sektor jalan tol dan energi terbarukan dapat meningkatkan kinerja perseroan berkat pengembangan aset jalan tol dan pembangkit listrik tenaga air (PLTA).

Jalan Tol Layang A.P. Pettarani dibawah entitas anak PT Makassar Metro Network, dan Pembangkit Listrik Tenaga Air (PLTA) Lau Gunung dibawah entitas PT Inpola Meka Energi.

Kedua sektor tersebut menambah aset META menjadi Rp6,6 triliun, naik 12,7 persen dibandingkan 2020.

“Perseroan menerapkan strategi yang tepat atas perkembangan kondisi eksternal, termasuk melakukan berbagai mitigasi untuk meningkatkan kualitas kinerja,” ujar Ramdani dalam keterangan resmi, dikutip Kamis (12/5/2022).

Adapun kinerja di sektor air bersih, META masih menjalankan tiga instalasi pengolahan air bersih atau water treatment plant (WTP) yakni Tirta Kencana Cahaya Mandiri (TKCM WTP) di Cikokol, Tangerang, Sarana Catur Tirta Kelola (SCTK WTP) di Serang, Banten, serta Dain Celicani Cemerlang (DCC WTP) di Medan, Sumatera Utara.

Ketiga instalasi pengolahan air bersih tersebut memasok kebutuhan air bersih untuk wilayah industri dan perkotaan di area sekitarnya.

Sedangkan di sektor energi terbarukan, pada 2021 META mengoperasikan penjualan energi melalui PT Inpola Meka Energi (IME) dan PT Rezeki Perkasa Sejahtera Lestari (RPSL) dengan total 17,87 average hourly megawatt (AHMW) yang meningkat 5,6 persen dibanding tahun sebelumnya.

Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

emiten konstruksi Kinerja Emiten nusantara infrastructure
Editor : Farid Firdaus

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

To top