Cari berita
Bisnis.com

Konten Premium

Bisnis Plus bisnismuda Koran Bisnis Indonesia tokotbisnis Epaper Bisnis Indonesia Konten Interaktif Bisnis Indonesia Group Bisnis Grafik bisnis tv

Emiten Farmasi, Pyridam Farma (PYFA): Pendapatan Naik, Laba Turun

PT Pyridam Farma Tbk. (PYFA) mampu mencatat pertumbuhan pendapatan tetapi laba turun.
Rinaldi Mohammad Azka
Rinaldi Mohammad Azka - Bisnis.com 07 Mei 2022  |  15:52 WIB
Emiten Farmasi, Pyridam Farma (PYFA): Pendapatan Naik, Laba Turun
Pabrik Pyridam Farma di Cianjur. - pyridam.com
Bagikan

Bisnis.com, JAKARTA - Emiten farmasi, PT Pyridam Farma Tbk. (PYFA), mencetak pertumbuhan penjualan bersih sepanjang 2021. Sayangnya, laba bersih perseroan mengalami penyusutan karena beban keuangan.

Berdasarkan laporan keuangan per 31 Desember 2021, emiten berkode PYFA ini mencetak pertumbuhan 127,3 persen pendapatan menjadi Rp630,53 miliar dari Rp277,39 miliar.

Seiring pertumbuhan penjualan, beban pokok penjualan juga meningkat menjadi Rp385,94 miliar pada 2021 dari Rp113,5 miliar pada akhir tahun 2020.

Dengan begitu laba bruto perseroan juga tetap menngkat menjadi Rp244,58 milar dari Rp163,89 miliar.

Seiring penngkatan beban penjulalan dan pemasaran, serta beban umum dan administrasi, perseroan mencetak laba usaha naik menjadi Rp51,89 miliar dari Rp32,14 miliar.

Sayangnya, beban keuangan perseroan naik menjadi Rp43,38 miliar dari hanya Rp2,56 miliar. Dengan begitu, laba tahun berjalan yang dapat diatribusikan kepada pemilik entitas induk tergerus 75,21 persen dari Rp22,1 miliar menjadi Rp5,47 miliar pada 2021.

Adapun, jumlah aset PYFA naik drastis menjadi Rp806,22 miliar pada 2021 dari Rp228,57 miliar pada 2020. Selanjutnya, posisi liabilitas juga meningkat tajam menjadi Rp639,12 miliar pada 2021 dari Rp70,94 miliar.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

laba bersih farmasi emiten farmasi
Editor : Rio Sandy Pradana
Bagikan

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Lainnya

Berita Terkini

back to top To top