Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

Analis Rekomendasikan Saham BUMN Karya, WSKT Jadi Top Pick

Deretan emiten BUMN Karya tercatat membukukan nilai kontrak sesuai target analis.
Dewi Fadhilah Soemanagara
Dewi Fadhilah Soemanagara - Bisnis.com 19 April 2022  |  11:12 WIB
Pekerja menggunakan alat berat beraktivitas di proyek infrastruktur milik salah satu BUMN Karya di Jakarta, Kamis (13/2/2020). Bisnis - Arief Hermawan P
Pekerja menggunakan alat berat beraktivitas di proyek infrastruktur milik salah satu BUMN Karya di Jakarta, Kamis (13/2/2020). Bisnis - Arief Hermawan P

Bisnis.com, JAKARTA – Emiten BUMN Karya sepanjang tahun 2022 membukukan nilai kontrak baru yang turut mendongkrak kinerja perseroan.

Analis Mirae Asset Sekuritas, Joshua Michael menyatakan di antara 6 emiten BUMN Karya, PT Waskita Karya (Persero) Tbk. (WSKT) menjadi pilihan teratas.

“Kami mempertahankan rekomendasi overweight kami di sektor ini (BUMN Karya) saat ini, dengan WSKT sebagai top pick kami,” tulis Joshua dalam hasil risetnya, Selasa (19/4/2022).

Joshua melanjutkan, WSKT membukukan kontrak baru sebesar Rp5,7 triliun tahun berjalan 2022, atau mengalami peningkatan 395,9 persen year-on-year (yoy). Jumlah ini menyumbang 24,7 persen estimasi kontrak baru setahun penuh.

Nilai kontrak baru (NKB) WSKT melesat jika dibandingkan dengan periode tahun lalu yaitu Rp1,14 triliun.

Mengutip penjelasan dari Direktur Utama Waskita Karya Destiawan Soewardjono beberapa waktu lalu, komposisi NKB berasal dari kerja sama dengan swasta sebesar 74,38 persen dan proyek pemerintah melalui anak usaha sebesar 18,61 persen.

Di tahun 2022 ini, proyek yang menyumbang pendapatan terbesar bagi WSKT antara lain proyek Jalan Nasional Kabupaten Blitar senilai Rp218,29 miliar, dan proyek 1000 kilometer road upgrading South Sudan Oil for Infrastructure senilai Rp4,15 triliun.

Apabila dirinci, masing-masing perseroan membukukan nilai kontrak baru yang cukup baik. PT Pembangunan Perumahan (Persero) Tbk. (PTPP) misalnya, membukukan Rp21,3 triliun kontrak baru yang menyumbang 11,9 persen dari estimasi analis.

PT Wijaya Karya (Persero) Tbk. (WIKA) mencatat Rp9,3 triliun kontrak baru, menyumbang 31,2 persen estimasi tahun berjalan.

Sementara ADHI dan WTON membukukan nilai kontrak baru masing-masing senilai Rp3,9 triliun dan Rp1,7 triliun.

Sedangkan WEGE mencatat Rp2,6 triliun kontrak baru, berada di bawah WSKT dengan peningkatan 249,1 persen yoy.

“Karena kontrak baru BUMN karya di kuartal pertama 2022 masih sesuai target, kami mempertahankan target kontrak baru following year 2022 BUMN karya,” tutup Joshua.

Pada sesi perdagangan pertama hari ini di Bursa Efek Indonesia (BEI), tercatat 3 saham di zona merah, dua saham di zona hijau, dan satu saham stagnan.

Mengutip data RTI hingga pukul 10.43 WIB, WIKA tercatat berada di zona merah dengan koreksi 10 poin atau setara 1,07 persen ke posisi 925. PTPP dan WSKT juga memerah dengan koreksi masing-masing 0,54 persen dan 1,87 persen.

ADHI menguat 0,71 persen ke posisi 710 dan WEGE menghijau dengan penambahan 1,67 persen ke posisi 183. Sedangkan WTON terpantau parkir di posisi 214 dan belum mencatatkan adanya pergerakan.

Disclaimer: Berita ini tidak bertujuan mengajak membeli atau menjual saham. Keputusan investasi sepenuhnya ada di tangan pembaca. Bisnis.com tidak bertanggung jawab terhadap segala kerugian maupun keuntungan yang timbul dari keputusan investasi pembaca.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

BUMN adhi karya wijaya karya waskita karya rekomendasi saham bumn karya
Editor : Hafiyyan

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

To top