Cari berita
  • facebook
  • twitter
  • instagram
  • youtube
Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

Bank Mandiri (BMRI) Bukukan Penjualan SR016 Rp1,92 Triliun, Lampaui Target

Hingga penutupan penawaran pada 17 Maret 2022, total penjualan SR016 melalui Bank Mandiri telah mencapai Rp1,92 triliun.
Lorenzo Anugrah Mahardhika
Lorenzo Anugrah Mahardhika - Bisnis.com 18 Maret 2022  |  17:05 WIB
Bank Mandiri (BMRI) Bukukan Penjualan SR016 Rp1,92 Triliun, Lampaui Target
Sukuk ritel - Instagram @djpprkemenkeu
Bagikan

Bisnis.com, JAKARTA – PT Bank Mandiri (Persero) Tbk. (BMRI) yang menjadi salah satu mitra distribusi sukuk ritel seri SR016 berhasil mencatatkan penjualan di atas target perusahaan

Corporate Secretary Bank Mandiri Rudi As Aturridha dalam keterangan resminya mengatakan, hingga penutupan penawaran pada 17 Maret 2022, total penjualan SR016 melalui Bank Mandiri telah mencapai Rp1,92 triliun. Jumlah ini telah melampaui target yang disampaikan kepada Kementerian Keuangan sebesar Rp1,75 triliun.

Rudi mengatakan, dalam mendorong minat investor, Bank Mandiri telah melakukan beberapa strategi promosi salah satunya melalui media iklan yang berbasis online termasuk mengoptimalisasikan saluran komunikasi Bank Mandiri seperti media sosial resmi dan pemasangan iklan yang tersebar di seluruh wilayah Indonesia.

“Menurut hemat kami, imbal hasil SR016 masih relatif menarik dibanding instrumen investasi lain. Adapun, salah satu faktor yang mendorong minat investor antara lain fixed return (di atas rata-rata bunga deposito pasar) serta dijamin Undang-Undang yang menjadi daya tarik surat berharga negara,” jelas Rudi pada Jumat (18/3/2022).

Lebih lanjut, Rudi mengatakan, dari rencana taget penerbitan SBN Ritel sepanjang 2022 sebesar Rp100 triliun, pemerintah telah berhasil menerbitkan ORI21 dengan jumlah Rp25,07 triliun.

Sebagai upaya harmonisasi dari kegiatan 6 kali penerbitan SBN Ritel di tahun 2022, maka pemerintah pada penerbitan kedua di SR016 tentunya telah menyesuaikan dengan kondisi ekonomi terkini, termasuk posisi likuiditas industri saat ini.

“Ke depannya kami menilai instrumen SBN Ritel masih menjadi favorit para investor, didorong oleh fundamental ekonomi Indonesia yang relatif kuat dan diikuti oleh dukungan dari perbankan,” pungkasnya.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

bank mandiri obligasi ritel indonesia sukuk ritel djppr
Editor : Farid Firdaus
Bagikan

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini

back to top To top