Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Simak Rencana Mahaka Media (ABBA) Usai Rights Issue, Ada Akuisisi?

Mahaka Media (ABBA) berencana melakukan investasi pada perusahaan baru dan sampai saat ini masih pada tahap feasibility study. 
Manajemen PT Mahaka Media Tbk. (MARI) dalam Rapat Umum Pemegang Saham (RUPS) 2021 di Jakarta./mahakamedia.com
Manajemen PT Mahaka Media Tbk. (MARI) dalam Rapat Umum Pemegang Saham (RUPS) 2021 di Jakarta./mahakamedia.com

Bisnis.com, JAKARTA – Emiten Erick Thohir yang bergerak di bisnis media, PT Mahaka Media Tbk. menggelar penambahan modal melalui skema hak memesan efek terlebih dahulu atau rights issue. Perseroan menargetkan dana sebesar Rp117,11 miliar. 

Berdasarkan prospektus, dikutip Rabu (23/2/2022), emiten berkode saham ABBA tersebut akan menggunakan dana dari aksi rights issue untuk perseroan maupun entitas anak yaitu PT Republika Media Mandiri alias RMM. 

“Pencatatan saham baru dalam PMHMETD ini akan dilakukan di BEI pada tanggal 23 Februari 2022. Tanggal terakhir pelaksanaan HMETD adalah tanggal 2 maret 2022 sehingga HMETD yang tidak dilaksanakan sampai dengan tanggal tersebut tidak akan berlaku lagi,” tulis manajemen dalam prospektus, Selasa (22/2/2022). 

Perseroan menawarkan sebanyak 1,18 miliar saham baru atau setara 30 persen dari modal ditempatkan dan disetor penuh pada rights issue dengan harga pelaksanaan sebesar Rp150 per saham. 

Dengan demikian, melalui aksi ini ABBA akan memperoleh dana sebesar Rp117,11 miliar. 

Adapun, seluruh dana yang diperoleh dari hasil PMHMETD VI setelah dikurangi dengan biaya-biaya emisi akan dipergunakan oleh perseroan sekitar 10 persen untuk modal kerja yaitu mengembangkan bisnis Media Buying Agency. 

Bisnis tersebut merupakan salah satu segmen usaha perseroan yang bergerak dalam agensi periklanan yang berfokus kepada penentuan dan negosiasi pembelian ruang iklan di berbagai media promosi yang telah ditetapkan, sesuai dengan insight dari perencanaan media. 

Kemudian, ABBA akan menggunakan sekitar 56 persen untuk investasi di sektor teknologi digital melalui investasi baru, pengembangan aplikasi, dan pembelian hardware.

Manajemen menjelaskan, investasi baru yang direncanakan oleh emiten tersebut adalah melakukan investasi pada perusahaan baru dan sampai saat ini masih pada tahap feasibility study. 

"Investasi pada perusahaan baru ini direncanakan akan dilaksanakan paling lambat kuartal empat tahun 2022,” tulis manajemen. 

Dari rencana pembelian hardware, ABBA akan membeli PC, kamera, lighting, perangkat editing, server, dll.

Di sisi lain, dana rights issue untuk entitas ABBA yaitu PT Republika Media Mandiri, sekitar 20 persennya akan digunakan untuk modal kerja perusahaan, yaitu untuk mengembangkan komunitas muslim dan Usaha Mikro, Kecil, Menengah (UMKM). 

Lalu RMM akan menggunakan sekitar 14 persen dana untuk investasi di sektor teknologi digital melalui pengembangan usaha perusahaan. Adapun pengembangan usaha aplikasi yang dimiliki oleh RMM adalah Republika Online dan Ihram.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News dan WA Channel

Konten Premium

Dapatkan informasi komprehensif di Bisnis.com yang diolah secara mendalam untuk menavigasi bisnis Anda. Silakan login untuk menikmati artikel Konten Premium.

Artikel Terkait

Berita Lainnya

Berita Terbaru

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

# Hot Topic

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Rekomendasi Kami

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Foto

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Scan QR Code Bisnis Indonesia e-paper