Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

Grup BRI (BBRI) Masih Yakin Investasinya di Bukalapak (BUKA) dan Grab Berujung Cuan

Saham Grab Holdings dan Bukalapak (BUKA), dua portofolio non-asosiasi Grup BRI sedang loyo.
Herdanang Ahmad Fauzan
Herdanang Ahmad Fauzan - Bisnis.com 08 Februari 2022  |  12:01 WIB
Warga menggunakan aplikasi Bukalapak di Jakarta, Selasa (18/1/2022). Bisnis - Fanny Kusumawardhani
Warga menggunakan aplikasi Bukalapak di Jakarta, Selasa (18/1/2022). Bisnis - Fanny Kusumawardhani

Bisnis.com, JAKARTA – Saham PT Bukalapak.com (BUKA) dan Grab Holdings Ltd, dua entitas yang masuk dalam portofolio BRI Ventures terus tertekan sejak awal tahun. Namun, entitas induk BRI Ventures yakni PT Bank Rakyat Indonesia Persero Tbk. (BBRI) meyakini valuasi kedua portofolio tersebut akan membaik seiring berjalannya waktu.

BUKA adalah IPO terbesar di Indonesia dan memulai lembaran baru bagi perusahaan teknologi di sini, sedangkan Grab menandai kesiapan market Asia Tenggara di mata investor Nasdaq. Potensi kedua IPO ini tentu akan diperoleh seiring market yang semakin baik,” kata Corporate Secretary BBRI Aestika Oryza Gunarto kepada Bisnis, Senin (7/2/2022).

Aestika menekankan bahwa BRI Ventures belum memiliki rencana melakukan divestasi terhadap kedua portofolio tersebut.

Tekanan harga saham yang dialami keduanya juga belum membuat Grup BRI mengubah penilaian terhadap Bukalapak maupun Grab. Apalagi, saat ini performa portofolio-portofolio lain masih dapat mengimbangi floating loss akibat penurunan harga saham BUKA maupun Grab.

“Performa BRI Ventures selalu dihitung secara perspektif portofolio atau secara belended. Sehingga kami juga turut mempertimbangkan performa portofolio yang lain juga, yang secara keseluruhan positif," jelasnya. 

Sebagai gambaran, saham BUKA yang listing di Bursa Efek Indonesia (BEI) diperdagangkan dengan mahar Rp400 per saham hingga jeda sesi hari ini (8/2).

Harga tersebut merepresentasikan tren penurunan 6,9 persen secara year-to-date (ytd) dari posisi awal Rp430 per saham. Sedangkan bila dibandingkan harga Rp850 ketika IPO, banderol BUKA telah longsor sekitar 52,9 persen.

Di sisi lain, saham Grab Holdings yang diperdagangkan di Bursa Nasdaq AS berharga US$5,34 per saham pada penutupan kemarin (7/2). Posisi ini melambangkan penurunan 25,1 persen dari posisi US$7,13 per saham secara ytd.

Terhitung hingga akhir Desember 2021, Grab dan BUKA termasuk dalam deretan portofolio saham non-asosiasi terbesar Grup BRI. Total nilai saham yang dimiliki BRI lewat BRI Ventures di kedua perusahaan masing-masing adalah Rp218,06 miliar dan Rp77,85 miliar.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

bank bri bukalapak Grab bri ventures
Editor : Farid Firdaus

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

To top