Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

Investor Waspadai Sikap Agresif The Fed, Emas dan Tembaga Tetap Stabil

Emas dan tembaga masih menuju kenaikan mingguan setelah perubahan hawkish dari Bank Sentral Eropa (ECB) dan Bank of England memberikan tekanan pada dolar awal pekan lalu.
Hadijah Alaydrus
Hadijah Alaydrus - Bisnis.com 06 Februari 2022  |  06:00 WIB
Emas batangan cetakan PT Aneka Tambang Tbk. Harga emas 24 karat Antam dalam sepekan terakhir mengalami lonjakan hingga menyentuh hampir Rp1 juta per gram. - logammulia.com
Emas batangan cetakan PT Aneka Tambang Tbk. Harga emas 24 karat Antam dalam sepekan terakhir mengalami lonjakan hingga menyentuh hampir Rp1 juta per gram. - logammulia.com

Bisnis.com, JAKARTA - Harga Emas dan tembaga tetap stabil di tengah sikap investor yang masih melihat efek laporan pekerjaan AS yang lebih baik akan mendorong Federal Reserve untuk memperketat kebijakan moneter lebih agresif.

Perusahaan AS menambahkan lebih banyak pekerjaan dari perkiraan bulan lalu meskipun ada lonjakan infeksi Covid-19 dan penutupan bisnis terkait pada Jumat (4/2/2022). Kondisi ini mendorong kenaikan imbal hasil US Treasury dan dolar AS, yang kemudian membebani komoditas termasuk logam.

Pasalnya, suku bunga yang lebih tinggi cenderung mengurangi permintaan emas, yang tidak menawarkan hasil lebih besar. Peluang kenaikan 50 basis poin oleh Fed pada bulan Maret telah bergerak naik setelah laporan pekerjaan dirilis, menurut data Bloomberg. Namun, tidak satu pun dari enam pejabat Fed yang berbicara pada awal pekan ini mendukung gagasan kenaikan suku bunga setengah poin di bulan Maret.

"Emas bertahan, bahkan saat kurs riil naik," kata Bart Melek, kepala strategi komoditas global di TD Securities. "Ini menunjukkan kepada saya bahwa beberapa pedagang emas mungkin bertaruh bahwa 'gonggongan' The Fed mungkin lebih buruk daripada 'gigitannya'."

Emas dan tembaga masih menuju kenaikan mingguan setelah perubahan hawkish dari Bank Sentral Eropa (ECB) dan Bank of England memberikan tekanan pada dolar awal pekan lalu. Indeks Spot Dolar Bloomberg berada di jalur kerugian mingguan terbesar sejak Mei.

Harga spot untuk emas naik 0,1 persen pada US$1,807.30 per ounce pada Sabtu (5/2/2022) di New York, setelah sebelumnya turun sebanyak 0,7 persen. Kontrak emas untuk pengiriman April naik 0,2 persen menjadi menetap di US$1,807,80 di Comex. Sementara itu, harga perak naik, diikuti oleh platinum dan paladium turun.

Lebih lanjut, tembaga naik 0,1 persen menjadi menetap di level US$9,841,50 per ton di London Metal Exchange. Adapun, kenaikan mingguannya mencapai 3,5 persen.

Kondisi ini menjadi minggu terbaik untuk tembaga sejak Oktober. Semua logam LME utama lainnya naik, dengan aluminium naik 0,8 persen dan seng membukukan kenaikan 0,4 persen.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

emas harga tembaga the fed

Sumber : Bloomberg

Editor : Hadijah Alaydrus

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

To top