Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

BRMS Operasikan Tambang di Aceh, Kapan Produksi?

Tambang Linge memiliki sumber sekitar 6,8 juta ton dan cadangan sekitar 2,3 juta ton. Jumlah itu yang akan dieksplorasi sehingga bisa meningkatkan cadangan.
Mutiara Nabila
Mutiara Nabila - Bisnis.com 30 Desember 2021  |  17:19 WIB
Operasional tambang batu bara kelompok usaha Bumi Resources. - bumiresources.com
Operasional tambang batu bara kelompok usaha Bumi Resources. - bumiresources.com

Bisnis.com, JAKARTA – Emiten tambang emas PT Bumi Resources Minerals Tbk. (BRMS) telah mengantongi izin eksplorasi dari pemerintah untuk tambang Linge Abong di Aceh, yang akan dioperasikan oleh anak usaha PT Linge Minerals Resources (LMR), namun belum bisa langsung produksi.

Direktur dan Investor Relations BRMS Herwin Hidayat mengatakan, izin eksplorasi merupakan tahap lanjut dari pengembangan bisnis.

“Kalau sudah dapat izin eksplorasi akan berubah, naik tingkat seperti LMR di Aceh ini jadi aset eksplorasi. Selanjutnya, izin eksplorasi bisa naik jadi izin produksi dan operasi yang 30 tahun, akan naik tingkat menjadi mining property atau properti pertambangan, seperti tambang di Palu dan Gorontalo,” jelasnya kepada Bisnis, Kamis (30/12/2021).

Adapun, Herwin mengungkapkan fokus produksi emas BRMS pada 2022-2023 masih di tambang Gorontalo dan Palu.

“Kabar baiknya dari reklasifikasi aset ini adalah ada tambahan aset baru yang sudah ada di 2020 tapi sekarang jadi resmi dan legal, bahwa ini punya BRMS dari anak usaha sekitar 60 persen, paling tidak sebagian besar,” imbuhnya.

Tambang Linge memiliki sumber sekitar 6,8 juta ton dan cadangan sekitar 2,3 juta ton. Jumlah itu yang akan dieksplorasi sehingga bisa meningkatkan cadangan.

“Cadangan ini kan harus dibuktikan, harapannya 6,8 juta ton-nya bisa berkurang dan yang di-reserve bisa bertambah dari 2,32 juta ton. Cadangan Ini artinya udah siap produksi komersial,” jelasnya.

Sementara itu, jika sudah menjadi cadangan emas siap produksi namun belum bisa dijual, karena BRMS harus dapatkan izin produksi dan operasinya dari pemerintah.

“Kan sekarang baru izin eksplorasi. Ada beberapa lagi seperti produksi dan operasi yang masih perlu kita catatkan lagi di kemudian hari. Rencananya secepatnya, kita harus siapkan feasibility study, studi kelayakan amdal dan lainnya. Memang administrasinya banyak tapi kita selesaikan tahun depan,” ungkap Herwin.

Pada 2022 sendiri, BRMS siap menambah produksi emas sampai 4.000 ton emas per hari dengan selesainya konstruksi pabrik emas kedua di Palu yang diperkirakan selesai pada kuartal II/2022.

Untuk saat ini, BRMS masih memproduksi emas dari pabrik pengolahan pertama dengan kapasitas pengolahan sekitar 500 ton bijih per hari sejak tahun lalu.

Usai pengumuman operasi tambang Linge ini, saham BRMS menjelang akhir tahun, pada Kamis (30/12/2021) tercatat naik 1 poin atau 0,87 persen ke 116. Saham emiten dengan kapitalisasi pasar Rp14,46 triliun ini mencatat pembelian bersih oleh asing senilai Rp8,53 miliar hari ini.

Dalam setahun, saham BRMS berhasil naik 81,39 persen, dan selama 2021 berjalan sudah naik 45,31 persen.

Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

bumi resources emiten tambang tambang emas
Editor : Hadijah Alaydrus

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

Terpopuler

Download Aplikasi E-Paper sekarang dan dapatkan FREE AKSES selama 7 hari!
To top