Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Pemerintah Tekan Kekhawatiran Omicron, IHSG Berpotensi Menguat Hari Ini

Kombinasi kenaikan kembali Indeks DJIA, sebesar 1,40 persen, dan penguatan beberapa harga komoditas menjadi penguat pergerakan IHSG hari ini.
Karyawan melintas di dekat layar pergerakan indeks harga saham gabungan (IHSG) di Bursa Efek Indonesia, Jakarta, Selasa (29/6/2021). Bisnis/Fanny Kusumawardhani
Karyawan melintas di dekat layar pergerakan indeks harga saham gabungan (IHSG) di Bursa Efek Indonesia, Jakarta, Selasa (29/6/2021). Bisnis/Fanny Kusumawardhani

Bisnis.com, JAKARTA – Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) diprediksi lanjut menguat pada perdagangan Kamis (9/12/2021), melihat pemerintah yang terus berusaha menekan kekhawatiran akan Corona varian Omicron.

Direktur MNC Asset Management Edwin Sebayang mengatakan, pasar masih menantikan konfirmasi pemerintah akan adanya varian Omicron di Indonesia, melihat negara tetangga seperti Singapura, Malaysia, dan Thailand sudah mengkonfirmasi.

Sementara itu, kombinasi kenaikan kembali Indeks DJIA, sebesar 1,40 persen, dan penguatan beberapa harga komoditas menjadi penguat pergerakan IHSG hari ini.

“Harga minyak mentah naik 1,58 persen, batu bara 3,84 persen, Timah 1,09 persen, dan nikel 1,75 persen menjadi faktor IHSG akan melanjutkan penguatannya dalam perdagangan Kamis ini,” ungkapnya dalam riset harian, Kamis (9/12/2021).

Edwin memperkirakan IHSG hari ini akan bergerak di kisaran 6.565– 6.660.

Adapun, MNC Asset Management merekomendasikan beli saham berikut ini BBCA, BUKA, AGII, SRTG, PURA, EMTK, MTDL, MDKA, INTP, dan TBIG.

Sebelumnya, IHSG ditutup parkir di zona hijau, naik 1,23 poin atau 0,02 persen ke 6.603.

Pada penutupan perdagangan, Rabu (8/12/2021), terdapat 240 saham menguat, 272 saham melemah, dan 162 saham stagnan.

Sementara itu, transaksi perdagangan mencapai Rp20,4 triliun dari 31,3 miliar lembar saham yang diperdagangkan.

Disclaimer: Berita ini tidak bertujuan mengajak membeli atau menjual saham. Keputusan investasi sepenuhnya ada di tangan pembaca. Bisnis.com tidak bertanggung jawab terhadap segala kerugian maupun keuntungan yang timbul dari keputusan investasi pembaca.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News dan WA Channel

Konten Premium

Dapatkan informasi komprehensif di Bisnis.com yang diolah secara mendalam untuk menavigasi bisnis Anda. Silakan login untuk menikmati artikel Konten Premium.

Artikel Terkait

Berita Lainnya

Berita Terbaru

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

# Hot Topic

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Rekomendasi Kami

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Foto

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Scan QR Code Bisnis Indonesia e-paper