Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Kinerja UNTR Masih Positif pada 2021, Ini Rekomendasi Sahamnya

Sampai dengan Oktober 2021 UNTR mencatatkan penjualan alat berat Komatsu dan produksi serta overburden removal yang positif, di atas perkiraan analis.
Karyawan mengamati pergerakan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) menggunakan ponsel di Bursa Efek Indonesia (BEI), Jakarta, Rabu (6/10/2021). Bisnis/Himawan L Nugraha
Karyawan mengamati pergerakan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) menggunakan ponsel di Bursa Efek Indonesia (BEI), Jakarta, Rabu (6/10/2021). Bisnis/Himawan L Nugraha

Bisnis.com, JAKARTA – PT United Tractors Tbk. (UNTR) mencatatkan kinerja penjualan alat berat dan produksi batu bara yang cemerlang pada Oktober 2021 di atas ekspektasi analis. Aldira Sekuritas Indonesia bahkan meningkatkan target harga saham UNTR.

Sampai dengan Oktober 2021 UNTR mencatatkan penjualan alat berat Komatsu dan produksi serta overburden removal yang positif, di atas perkiraan analis.

“Dengan ini kami tetap merekomendasikan beli saham UNTR dan meningkatkan target harga ke Rp28.500,” tulis Analis Aldiracita Sekuritas, Timothy Gracianov, dikutip Minggu (28/11/2021).

Penjualan Komatsu pada Oktober mencapai rekor sebanyak 396 unit. Rekor tertinggi terakhir tercapai pada Februari 2019 ketika penjualannya mencapai 372 unit atau naik 30,3 persen dari bulan sebelumnya.

Pendorong permintaan paling besar berasal dari sektor tambang, yang naik 48,9 persen dibandingkan dengan bulan sebelumnya yang hanya menjual sebanyak 253 unit, melihat harga batu bara sempat mencapai US$269 per ton.

“Sejauh ini, UNTR berhasil mencapai 92 persen target penjualan Komatsu tahun ini,” jelasnya.

Selain tingginya penjualan Komatsu, produksi batu bara dan overburden removal di PT Pamapersada Nusantara (PAMA) uga naik ke 97,1 juta ton atau naik 6,5 persen dari bulan sebelumnya, dan overburden removal sebanyak 709,1 juta bcm atau naik 10,2 persen dari bulan sebelumnya.

Ini relatif lebih kuat dibandingkan dengan bulan sebelumnya, dengan nisbah kupas atau stripping ratio yang juga lebih tinggi, yaitu 8,1x dibandingkan dengan pada September hanya 7,8x.

“Kami melihat perusahaan tambang batu bara berupaya meningkatkan produksinya ketika harganya melonjak, dan sebelum kembali diadang musim hujan,” paparnya.

Sementara itu, penjualan batu bara di Tuah Turangga Agung (TTA) juga naik 25,1 persen dari bulan sebelumnya, mencapai 0,4 juta ton pada Oktober 2021, seiring dengan tren kenaikan produksi dari sektor batu bara.

Di sisi lain, penjualan emas dari Aguncourt mengalami penurunan pada Oktober dengan penjualan sebanyak 35.000 GEOs, atau turun 9,2 persen dari bulan sebelumnya yang mencapai 27.000 GEOs. Namun, dari penjualan ini, sudah mencapai 83 persen dari target setahun penuh. 

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News dan WA Channel

Konten Premium

Dapatkan informasi komprehensif di Bisnis.com yang diolah secara mendalam untuk menavigasi bisnis Anda. Silakan login untuk menikmati artikel Konten Premium.

Artikel Terkait

Berita Lainnya

Berita Terbaru

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

# Hot Topic

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Rekomendasi Kami

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Foto

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Scan QR Code Bisnis Indonesia e-paper