Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

Powell Lanjut Pimpin The Fed, Dolar AS Stabil

Dolar AS stabil setelah bergerak di kisaran level tertinggi dalam 16 bulan terakhir.
Newswire
Newswire - Bisnis.com 24 November 2021  |  07:26 WIB
Karyawan menunjukan Dolar AS di Jakarta, Rabu (27/1/2021). Nilai tukar rupiah di pasar spot ditutup menguat 15 poin atau 0,11 persen menjadi Rp14.050 per dolar AS. Bisnis - Eusebio Chrysnamurti
Karyawan menunjukan Dolar AS di Jakarta, Rabu (27/1/2021). Nilai tukar rupiah di pasar spot ditutup menguat 15 poin atau 0,11 persen menjadi Rp14.050 per dolar AS. Bisnis - Eusebio Chrysnamurti

Bisnis.com, JAKARTA – Dolar Amerika Serikat bertahan di kisaran level tertinggi dalam 16 bulan terakhir pada perdagangan Selasa (23/11/2021) setelah Ketua Federal Reserve Jerome Powell dipilih untuk masa jabatan kedua.

Sementara itu, euro bangkit dari posisi terendah 16 bulan dibantu oleh pertumbuhan bisnis yang lebih baik dari perkiraan di wilayah tersebut.

Indeks dolar AS yang melacak pergerakan greenback terhadap enam mata uang utama lainnya terpantau sedikit berubah hari ini di 96,461, setelah mencapai tertinggi 16 bulan di 96,61 dalam perdagangan overnight.

Euro menguat 0,16 persen terhadap dolar menjadi US$1,1251, setelah sebelumnya mencapai level terendah 16-bulan di US$1,1226.

Pasar mata uang dalam beberapa bulan terakhir sebagian besar didorong oleh persepsi pasar tentang langkah yang berbeda di mana bank-bank sentral global mengurangi stimulus era pandemi dan menaikkan suku bunga.

Pencalonan kembali Powell mendukung pandangan bahwa The Fed kemungkinan akan mulai menaikkan suku bunga pada pertengahan 2022, setelah program pembelian obligasinya dihentikan.

"Pasar menganggap hasilnya sebagai sedikit hawkish, dan kontrak berjangka sekarang memperkuat ekspektasi untuk kenaikan pada Juni dari yang condong ke arah Juli," analis mata uang di Brown Brothers Harriman mengatakan dalam sebuah catatan pada Selasa (23/11/2021).

Data pada Selasa (23/11/2021) menunjukkan aktivitas bisnis AS melambat secara moderat pada November di tengah kekurangan tenaga kerja dan penundaan bahan baku, berkontribusi pada harga yang terus melonjak di pertengahan kuartal keempat.

Euro jatuh pada Senin (22/11/2021) karena meningkatnya kekhawatiran atas pembatasan baru Covid-19 di Eropa, dengan Austria memasuki penguncian penuh lainnya dan Jerman mempertimbangkan untuk mengikutinya.

Menteri Kesehatan Jerman telah menyerukan pembatasan lebih lanjut pada ruang publik.

Euro memiliki beberapa dukungan teknis jangka pendek di area 1,1240-1,1180 dolar AS, merupakan level tertinggi yang dicapai pada Oktober dan Desember 2019, analis teknis Commerzbank Karen Jones dan Axel Rudolph mengatakan dalam sebuah laporan pada Selasa (23/11/2021).

Namun, jika tembus di bawah area tersebut, kemungkinan akan jatuh ke 1,1000 dolar AS, yang merupakan retracement 78,6 persen dari pergerakan 2020, kata mereka.

Dolar mencapai level tertinggi empat setengah tahun terhadap yen Jepang di 115,08 yen.

Amerika Serikat mengatakan pada Selasa akan melepaskan jutaan barel minyak dari cadangan strategis berkoordinasi dengan China, India, Korea Selatan, Jepang dan Inggris untuk mencoba mendinginkan harga setelah produsen OPEC+ berulang kali mengabaikan seruan untuk lebih banyak memasok minyak mentah.


Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

dolar as

Sumber : Antara

Editor : Aprianto Cahyo Nugroho

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

Terpopuler

Download Aplikasi E-Paper sekarang dan dapatkan FREE AKSES selama 7 hari!

BisnisRegional

To top