Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

Aksi Jual Saham Teknologi Seret Wall Street ke Zona Merah

indeks S&P 500 dfitutup melemah 0,32 persen ke level 4.682,94, sedangkan indeks Nasdaq melemah 1,26 persen ke level 15.854,76.
Aprianto Cahyo Nugroho
Aprianto Cahyo Nugroho - Bisnis.com 23 November 2021  |  05:41 WIB
Pelaku pasar sedang memantau perdagangan di bursa New York Stock Exchange (NYSE), New York, AS, Senin (20/9/2021). - Bloomberg
Pelaku pasar sedang memantau perdagangan di bursa New York Stock Exchange (NYSE), New York, AS, Senin (20/9/2021). - Bloomberg

Bisnis.com, JAKARTA – Bursa Saham Amerika Serikat ditutup melemah pada perdagangan Senin (22/11/2021) menyusul aksi jual saham teknologi pada detik-detik terakhir menjelang penutupan.

Berdasarkan data Bloomberg, indeks S&P 500 dfitutup melemah 0,32 persen ke level 4.682,94, sedangkan indeks Nasdaq melemah 1,26 persen ke level 15.854,76. Di sisi lain, indeks Dow Jones Industrial Average menguat 0,05 persen ke 35.619,25.

Indeks S&P 500 berbalik melemah pada jam terakhir perdagangan menyusul aksi jual saham teknologi yang populer di kalangan hedge fund. Saham Peloton Interactive Inc. dan Docusign Inc. turun lebih dari 5,5 persen. Farfetch Ltd. dan Snowflake Inc. menyeret sejumlah emiten perangkat lunak dan internet lebih dari 5 persen.

Nominasi Jerome Powell untuk kembali menjabat Gubernur The Fed telah mendominasi sentimen pasar hampir sepanjang hari sebelum perubahan besar dalam ekuitas. Imbal hasil obligasi dua tahun melonjak menuju 0,6 persen. Pasar swap AS sekarang memperkirakan kenaikan suku bunga 25 basis poin penuh Fed Juni, dengan kenaikan kedua diperkirakan pada November 2022 mendatang.

Biden telah mempertimbangkan antara Powell dan Lael Brainard, yang dia nominasikan untuk naik ke Wakil Ketua. Pilihan Powell muncul di tengah kekhawatiran yang berkembang bahwa bank sentral AS mungkin tertinggal dalam memerangi inflasi.

Pertumbuhan harga konsumen melonjak pada laju tercepat dalam beberapa dekade dan ekspektasi untuk pertumbuhan harga berada pada level tertinggi sejak 2013.

“Intinya adalah itu tidak mengubah apa pun – masalah yang sama terjadi sekarang, yaitu apakah mereka akan benar bahwa lonjakan inflasi akan bersifat sementara dan jika tidak, apa yang mereka lakukan tentang hal itu? ?” ungkap kepala investasi CIBC Private Wealth Management David Donabedian, seperti dikutip Bloomberg, Selasa (23/11/2021).


Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

bursa as wall street
Editor : Aprianto Cahyo Nugroho

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

Terpopuler

Download Aplikasi E-Paper sekarang dan dapatkan FREE AKSES selama 7 hari!
To top