Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

Emiten Siap Tebar Dividen Interim Total Rp7,43 Triliun di Akhir Tahun

Berdasarkan data yang dihimpun Bisnis per 21 November 2021, setidaknya sudah ada 11 emiten yang akan membagikan dividen interim pada akhir tahun ini. Berikut nama-namanya.
Dwi Nicken Tari
Dwi Nicken Tari - Bisnis.com 21 November 2021  |  14:49 WIB
Karyawan mengamati pergerakan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) menggunakan ponsel di Bursa Efek Indonesia (BEI), Jakarta, Rabu (6/10/2021). Bisnis - Himawan L Nugraha
Karyawan mengamati pergerakan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) menggunakan ponsel di Bursa Efek Indonesia (BEI), Jakarta, Rabu (6/10/2021). Bisnis - Himawan L Nugraha

Bisnis.com, JAKARTA - Para emiten bakal siap mengguyur dividen interim kepada investor pada akhir tahun ini hingga lebih dari Rp7,43 triliun. Nilai dividen interim itu lebih tinggi dibandingkan periode yang sama tahun lalu.

Berdasarkan data yang dihimpun Bisnis per 21 November 2021, setidaknya sudah ada 11 emiten yang akan membagikan dividen interim pada akhir tahun ini.

Nilai total dividen interim tersebut mencapai sekitar Rp7,43 triliun. Komitmen dividen tersebut lebih tinggi dibandingkan periode yang sama tahun lalu yang senilai Rp5,30 triliun.

Beberapa emiten yang akan membagikan dividen adalah PT Golden Energy Mines Tbk. (GEMS) sebesar Rp145,28 per saham atau total US$60 juta. Begitu pula emiten batu bara PT Indo Tambangraya Megah Tbk. (ITMG) membagikan dividen Rp1.218 per saham atau total US$94,1 juta.

Selanjutnya, ada PT Ashmore Asset Management Indonesia Tbk. (AMOR) senilai Rp61,05 per saham atau Rp67,77 miliar.

PT Bank Central Asia Tbk. (BBCA) juga akan membagikan dividen Rp25 per saham atau Rp3,08 triliun hingga PT Matahari Department Store Tbk. (LPPF) senilai Rp100 per saham atau Rp262,61 miliar.

Direktur Utama Indo Tambagraya Megah Mulianto mengatakan pada tahun ini perseroan mendapat keuntungan maksimal dari kenaikan harga batu bara serta penerapan efisiensi biaya.

“Kinerja keuangan [tetap] solid sekalipun pandemi berkepanjangan dan kegiatan penambangan melambat akibat hujan ekstrim yang terus-menerus,” ujar Mulianto baru-baru ini.

Sepanjang sembilan bulan pertama 2021, ITMG mencatat perolehan rata-rata harga batu bara sebesar US$89,0 per ton, naik 65 persen dari US$53,8 per ton secara tahunan dengan total volume penjualan 14,8 juta ton.

Penjualan bersih tercatat sebesar US$1,32 miliar pada sembilan bulan pertama 2021, sedangkan marjin laba kotor naik 24 persen menjadi 40 persen pada sembilan bulan pertama tahun ini.

Selain itu, EBITDA tercatat sebesar US$514 juta pada sembilan bulan pertama 2021, naik 309 persen dari periode yang sama tahun sebelumnya, sedangkan laba bersih naik signifikan sebesar 603 persen dari US$39 juta pada sembilan bulan pertama 2020 menjadi US$271 juta pada periode yang sama tahun ini.

Dengan posisi keuangan yang kokoh tersebut, ITMG juga mempertahankan tingkat pembayaran dividen yang tinggi, dengan mengumumkan pembagian dividen interim sebesar US$94,1 juta atau setara dengan 80 persen dari laba bersih semester pertama 2021.

Sementara itu, Direktur Legal serta Sekretaris Perusahaan Matahari Miranti Hadisusilo mengatakan pembagian dividen interim pada akhir tahun ini tidak akan melebihi laba bersih Laporan Keuangan Konsolidasian Perseroan per 30 Juni 2021 (tidak diaudit) yang menjadi acuan pembagian dividen interim.

“Dewan Komisaris merevisi kebijakan dividen, dengan menetapkan rasio pembayaran adalah 50 persen atau lebih dari laba bersih untuk dibagikan dalam bentuk dividen interim dan dividen final,” kata Miranti.

LPPF berencana membagikan dividen interim sebesar Rp100 per saham pada 2 Desember 2021 berdasarkan visibilitas pemulihan perseroan yang lebih jelas serta neraca dan arus yang kuat.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

Kinerja Emiten dividen interim
Editor : Hadijah Alaydrus

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

To top