Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

Ingin Diversifikasi Portofolio? Reksa Dana Berbasis SBN Bisa Jadi Pilihan

Prospek reksa dana pendapatan tetap ke depannya akan dipengaruhi oleh tren suku bunga global.
Lorenzo Anugrah Mahardhika
Lorenzo Anugrah Mahardhika - Bisnis.com 18 November 2021  |  19:56 WIB
ilustrasi reksa dana
ilustrasi reksa dana

Bisnis.com, JAKARTA – Instrumen reksa dana pendapatan tetap dengan aset dasar surat berharga negara (SBN) dapat menjadi pilihan investor untuk mendiversifikasikan portofolionya ditengah potensi ketidakpastian pasar akhir tahun ini.

Head of Market Research Infovesta Utama Wawan Hendrayana menuturkan, pertumbuhan kinerja reksa dana pendapatan tetap berada dibawah ekspektasi awal. Hal tersebut seiring dengan pertumbuhan ekonomi Indonesia yang juga tidak setinggi harapan awal karena pandemi virus corona yang berkepanjangan.

“Kekhawatiran tapering The Fed dan pergerakan yield obligasi AS juga menghambat kenaikan harga Surat Utang Negara (SUN). Sehingga, kinerja reksa dana pendapatan tetap juga terimbas,” katanya saat dihubungi pada Kamis (18/11/2021).

Wawan melanjutkan, prospek reksa dana pendapatan tetap ke depannya akan dipengaruhi oleh tren suku bunga global. Ia menjelaskan, pada tahun depan, suku bunga AS diprediksi akan naik seiring dengan normalisasi ekonomi yang berlanjut.

Kenaikan suku bunga tersebut akan berimbas pada fluktuasi harga SUN. Sehingga kinerja produk-produk reksa dana ini, terutama yang memiliki aset dasar surat berharga negara (SBN) akan turut tertekan.

Meski demikian, Wawan memprediksi kenaikan suku bunga acuan di AS baru akan terjadi pada kuartal III atau kuartal IV tahun depan. Sehingga, investor dapat memanfaatkan peluang ini untuk masuk pada reksa dana pendapatan tetap.

“Dari awal sampai tengah tahun depan, harga SUN akan stabil. Dengan adanya kupon pada SBN, maka investor bisa mendapatkan capital gain sekitar 6 persen,” lanjutnya.

Potensi kelanjutan pandemi virus corona juga dapat menjadi katalis bagi para investor untuk masuk ke instrumen ini. Ia menuturkan, dengan adanya sejumlah negara di Eropa kembali memberlakukan lokcdown dan potensi pengetatan PPKM di Indonesia pada akhir tahun ini dapat menekan kondisi pasar surat utang hingga tahun depan.

Oleh karena itu, Wawan merekomendasikan investor untuk mulai mendiversifikasi portofolionya, salah satunya dengan masuk ke reksa dana pendapatan tetap. Hal ini mengingat return tetap yang akan didapatkan investor serta risiko investasi yang lebih rendah dibandingkan produk-produk saham.

“Bila melihat yield SUN Indonesia sekarang di sekitar 6,1 persen, maka bila investor masuk ke produk dengan aset dasar SBN juga akan mendapatkan retun sebesar itu. Reksa dana pendapatan tetap sangat cocok untuk investor dengan horizon investasi 1 – 3 tahun,” pungkasnya.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

Obligasi reksa dana investasi reksa dana
Editor : Hafiyyan

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

To top