Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

Pendapatan Indocement (INTP) Diproyeksi Rp14,1 Triliun Akhir 2021

Mirae Sekuritas memproyeksikan pendapatan INTP di 2021 akan naik 5,1 persen menjadi Rp14,9 triliun.
Annisa Kurniasari Saumi
Annisa Kurniasari Saumi - Bisnis.com 14 November 2021  |  14:10 WIB
Pabrik semen milik PT Indocement
Pabrik semen milik PT Indocement

Bisnis.com, JAKARTA - Emiten produsen semen PT Indocement Tunggal Prakarsa Tbk. (INTP) diproyeksi mampu meraup pendapatan hingga Rp14,1 triliun di akhir 2021.

Analis Mirae Asset Sekuritas, Mimi Halimin dalam risetnya mengatakan, pendapatan INTP hingga kuartal III/2021 yang mencapai Rp10,6 triliun atau naik 4,5 persen yoy sejalan dengan ekspektasi Mirae Asset Sekuritas, meskipun pendapatan di periode Juli-September turun 0,8 persen yoy mencapai Rp3,9 triliun.

"Kami percaya pertumbuhan YoY negatif dalam pendapatan INTP kuartal III/2021 dapat dimengerti, mengingat ada pembatasan aktivitas publik yang lebih ketat pada kuartal tersebut. Kami yakin volume dapat pulih pada kuartal berikutnya," tulis Mimi dalam risetnya, dikutip Minggu (14/11/2021).

Mirae Asset Sekuritas pun mempertahankan estimasi pendapatan dan laba bersih INTP pada 2021 dan 2022. Mirae Sekuritas memproyeksikan pendapatan INTP pada 2021 akan naik 5,1 persen menjadi Rp14,9 triliun. Sementara pada 2022, pendapatan INTP diproyeksikan meningkat 9,1 persen menjadi Rp16,3 triliun.

"Selain itu kami memperkirakan laba bersih INTP full year 2021 dan 2022 masing-masing sekitar Rp1,7 triliun, turun 8,1 persen yoy dan Rp1,8 triliun, naik 10,6 persen yoy," ujar dia.

Adapun hingga September 2021, laba periode berjalan yang dapat diatribusikan ke pemilik entitas induk perseroan naik 8,24 persen menjadi Rp1,2 triliun, dari Rp1,11 triliun.

Dia melihat, secara keseluruhan, meskipun marjin profitabilitas yoy INTP lebih rendah di kuartal III/2021, pihaknya menilai kinerja INTP pada sembilan bulan 2021 masih cukup baik di tengah kondisi yang tidak menguntungkan akibat pembatasan aktivitas publik dan kenaikan harga batu bara.

"Sementara itu, kami berharap tahun 2022 akan menjadi tahun yang lebih baik bagi industri semen, didukung oleh pembukaan kembali ekonomi secara bertahap, yang berpotensi menghasilkan proyek properti dan infrastruktur yang lebih baik," tuturnya.

Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

indocement laba bersih Kinerja Emiten Emiten Semen
Editor : Annisa Sulistyo Rini

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

Terpopuler

Download Aplikasi E-Paper sekarang dan dapatkan FREE AKSES selama 7 hari!
To top