Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

Hingga Kuartal III/2021, Indocement Tunggal Prakarsa (INTP) Cetak Pendapatan Rp10,6 Triliun

Perseroan tercatat membukukan pendapatan Rp10,6 triliun hingga kuartal III/2021. Pendapatan emiten berkode saham INTP ini meningkat 4,52 persen dibandingkan periode yang sama tahun lalu sebesar Rp10,14 triliun.
Annisa Saumi
Annisa Saumi - Bisnis.com 14 November 2021  |  11:45 WIB
Pabrik semen milik PT Indocement Tunggal Prakarsa Tbk.
Pabrik semen milik PT Indocement Tunggal Prakarsa Tbk.

Bisnis.com, JAKARTA - Emiten semen PT Indocement Tunggal Prakarsa Tbk. (INTP) membukukan peningkatan kinerja sepanjang Januari-September 2021.

Perseroan tercatat membukukan pendapatan Rp10,6 triliun hingga kuartal III/2021. Pendapatan emiten berkode saham INTP ini meningkat 4,52 persen dibandingkan periode yang sama tahun lalu sebesar Rp10,14 triliun.

Peningkatan pendapatan perseroan ini disumbang oleh naiknya penjualan semen 4,6 persen dari Rp9,4 triliun, menjadi Rp9,8 triliun secara tahunan. Selain itu, penjualan beton siap pakai perseroan juga meningkat menjadi Rp750 miliar, naik 1,41 persen dibandingkan periode yang sama tahun lalu sebesar Rp739,6 miliar.

Meningkatnya, pendapatan perseroan juga turut meningkatkan beban pokok pendapatan sebesar 4,53 persen menjadi Rp6,7 triliun, dari Rp7,01 triliun secara tahunan atau year-on-year (yoy).

Meski beban pokok Indocement naik, laba bruto perseroan tercatat meningkat 4,51 persen menjadi Rp3,59 triliun, dari Rp3,4 triliun yoy.

Peningkatan kinerja tersebut membuat laba periode berjalan yang dapat diatribusikan ke pemilik entitas induk perseroan naik 8,24 persen menjadi Rp1,2 triliun, dari Rp1,11 triliun.

Adapun hingga September 2021, jumlah aset perseroan tercatat turun menjadi Rp26,2 triliun, dari Rp27,3 triliun per Desember 2020.

Jumlah liabilitas perseroan turun menjadi Rp4,7 triliun sepanjang kuartal III/2021, dari Rp5,1 triliun sepanjang 2020. Adapun jumlah ekuitas perseroan juga tercatat turun menjadi Rp21,5 triliun di 30 September 2021, dari Rp22,1 triliun di 31 Desember 2020.

Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

indocement Emiten Semen
Editor : Hadijah Alaydrus

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

To top